Yen Bergerak di Bawah Level Tertinggi dalam Lima Bulan Terhadap Dolar AS

Nilai tukar yen Jepang menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (12/10/2018), namun masih bergerak di bawah level tertinggi lima bulan terakhir karena penguatan bursa AS akhir pekan lalu mengurangi permintaan untuk mata uang safe haven.

Yen terpantau menguat 0,12% atau 0,13 poin ke level 108,67 yen per dolar AS pada pukul 11.56 WIb, namun masih di bawah level tertinggi sejak 11 September yang mencapai 108,05 yen.

Yen cenderung menarik di tengah tekanan pasar saham karena mata uang tersebut didukung oleh surplus neraca berjalan Jepang saat ini, yang menawarkan ketahanan lebih dari pada negara-negara lain.

Indeks S&P 500 di AS naik 1,5% pada hari Jumat (9/2), mengakhiri pekan fluktuatif menyusul lonjakan aksi beli, namun masih mencatat minggu terburuk dalam dua tahun. Meskipun rebound, investor bersiap untuk hari perdagangan yang lebih fluktuatif di masa mendatang.

Sementara itu, indeks MSCI Asia Pasific di luar Jepang terpantau menguat 1,1%.

Dilansir Reuters, sentimen akhir pekan lalu bahwa pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mencalonkan Haruhiko Kuroda untuk masa jabatan kedua yang sebagai gubernur Bank of Japan setelah masa jabatan periode pertama berakhir bulan April, menandakan kebijakan moneter ultra-longgar BOJ akan tetap ada.

Hal ini dipandang oleh investor sebagai faktor yang berpotensi membebani yen dan memperlemah kenaikannya.

Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe mempersiapkan nominasi Kuroda ke parlemen akhir bulan ini, ungkap salah seorang sumber yang mengetahui perdsoalan ini pada Sabtu (10/2).

Satoshi Okagawa, analis pasar global senior di Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Singapura, mengatakan penunjukkankembali Kuroda bukan akan meningkatkan dolar terhadap yen dalam beberapa hari mendatang.

“Tapi begitu pasar mereda, fokus mungkin akan kembali pada perbedaan dalam kebijakan moneter, dan itu bisa memberi dollar bias naik terhadap yen,” katanya, seperti dikutip Reuters.

Untuk saat ini, yen kemungkinan akan mengambil isyarat dari pergerakan di AS dan bursa saham global, mungkin diperlukan beberapa minggu bagi pasar untuk mendapatkan ketenangan, tambah Okagawa.

Post Terkait