Wujudkan Kota Layak Huni, Perbaikan Kawasan Permukiman Kumuh Baru 10%

Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia dan mensejahterakan masyarakat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lewat Direktorat Jenderal Cipta Karya diamanatkan negara untuk membangun kota layak huni.

Dalam pengembangannya, pesatnya urbanisasi membuat kota-kota yang semakin padat jumlah penduduknya semakin tidak siap akan pelayanan dasarnya. Keterbatasan ini membuat kawasan permukiman menjadi kumuh.

 Guna membereskannya, pada 2015, Direktorat Jenderal Cipta Karya pun mencanangkan gerakan 100-0-100 yaitu 100% akses air minum aman, 0% permukiman kumuh dan 100% sanitasi layak. Hingga sekarang perwujudan gerakan 100-0-100 masih terkendala utamanya 0% kawasan kumuh.

Sekretaris Ditjen Cipta Karya Rina Agustin mengatakan, progresnya gerakan terus berjalan, seperti air minum aman itu 72% dari target 100%, kemudian permukiman kumuhnya baru 10%, dan 100% sanitasi layak progresnya sudah 68%.

“Jadi PR-nya memang masih banyak tapi kita harus optimis untuk bisa mencapainya di 2019 harus sampai 100-0-100. Makanya ada berbagai upaya percepatan untuk bisa mencapainay, plus ada inovasi baru loncatan-loncatan untuk bisa mengajak semua pihak jadi tidak hanya pemerintah untuk bisa membentu pelaksanaan penataan kawasan kumuh, air maupun sanitasi,” tuturnya di Gedung Cipta Karya, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Supaya target gerakan 100-0-100 tercapai di 2019 atau sesuai dengan Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015-2019, Rina mengatakan, pihaknya akan melibatkan kelompok masyarakat untuk dia sadar bahwa sanitasi, penangan permukiman kawasan kumuh dan air minum terus ditingkatkan.

Kemudian mengajak keterlibatan kementerian dan lembaga nonpemerintah dalam menyelesaikan permasalahan permukiman kumuh ini.

Kemudian sosialisasi kepada non pemerintah seperti mengajak kemitraan habitat seperti organisasi NGO, developer dan filantropi untuk bisa membangun infrastruktur di sekitarnya.

“Ini yang kita lakukan sehingga satu kawasan itu rumahnya prasarana pemukiman baik dan layak. Memang tidak mudah tapi semua prosesnya bisa dikerjakan bersama-sama,” tuturnya.

Post Terkait