WOW, Kapitalisasi Pasar Saham BCA Tembus Rp418,60 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar saham perbankan yang terbesar saat ini masih dipegang PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan nilai mencapai Rp418,60 triliun sampai dengan posisi Mei 2017. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Senin 10 Juli 2017, posisi BCA ditempel ketat oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di Rp353,51 triliun.

Kapitalisasi pasar saham BCA naik sekira 10,58% dari awal 2017 yang tercatat hanya mencapai Rp378,33 triliun. Sementara untuk PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masing-masing keduanya di Rp291,06 triliun dan Rp120,92 triliun. Untuk BCA sendiri di pasar modal menempati urutan ke tiga sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Sebagai informasi, saat ini PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan pelat merah ini mencatatkan, kapitalisasi pasar sebesar Rp455,62 triliun. Telkom berhasil menggeser posisi PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dengan kapitalisasi pasar Rp446,66 triliun.

Kepala Riset BNI Sekuritas, Norico Gaman, pernah mengatakan bahwa investor memburu saham TLKM lantaran kinerja perusahaan ini terus membaik. Hal ini tercermin dari angka pembagian dividen yang terus meningkat setiap tahun. Ini menjadi nilai tambah bagi TLKM di mata investor. Tahun buku 2016, TLKM membagikan dividen Rp13,55 triliun atau Rp136,47 per saham. Ini merupakan dividen terbesar yang pernah dibagikan TLKM selama tiga tahun terakhir.

Kapitalisasi pasar TLKM juga naik berkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang makin membaik. “Pertumbuhan ekonomi diprediksi jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu dan mendorong daya beli masyarakat, sehingga TLKM ikut terkena dampak positifnya,” kata Norico.

Sementara Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas, Taye Shim juga melihat TLKM mampu menangkap potensi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Hal ini menyebabkan pelaku pasar, terutama investor asing, tertarik mengoleksi TLKM.

Sebagai pemimpin pasar di sektor telekomunikasi, fundamental TLKM cukup solid. Penjualan TLKM tumbuh paling tinggi dibanding pesaingnya yakni 12,64% di kuartal I-2017. Adapun pendapatan PT Indosat Tbk (ISAT) tumbuh 7%. “Bahkan pendapatan PT XL Axiata Tbk (EXCL) menurun 6,23%,” ungkap analis Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji.

Post Terkait