Wijaya Karya Bangunan Gedung Targetkan Kontrak Rp 16 Triliun

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk mematok target tinggi untuk kontrak pada tahun ini.

Emiten berkode WEGE itu menargetkan bisa meraup kontrak Rp 16,59 triliun atau naik 28,4 persen dibanding 2017.

Kontrak itu terdiri atas target kontrak baru 2018 sebesar Rp 7,83 triliun dan carry over 2017 senilai Rp 8,76 triliun.

Komposisi perolehan kontrak baru anak usaha WIKA tersebut direncanakan 30 persen dari pemerintah, 30 persen dari BUMN, dan 40 persen dari swasta.

Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo mengatakan, target penjualan tahun ini naik 38,1 persen menjadi Rp 5,56 triliun.

Sementara itu, target laba bersih naik 48,9 persen menjadi Rp 425,7 miliar.

’’Untuk pengembangan bisnis pada 2018, perusahaan menggelontorkan belanja modal Rp 667 miliar,’’ kata Nariman, Senin (5/3).

Target-target itu sebenarnya tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang telah dicapai perseroan tahun lalu.

Pada 2017, WEGE mencatat kinerja yang sangat bagus dengan meraih pertumbuhan laba tertinggi sepanjang sejarah perseroan.

Yakni, naik 106,49 persen menjadi Rp 295,75 miliar.

Peningkatan laba bersih tersebut didorong pertumbuhan penjualan yang mencapai Rp 3,89 triliun atau naik 102,09 persen dari realisasi penjualan 2016.

Menurut Direktur Keuangan WEGE Abiprayadi Riyanto, pertumbuhan laba itu berasal dari perolehan kontrak baru di sektor konstruksi pemerintah dan BUMN sebesar 46 persen, sementara sisanya dari swasta.

’’Ini sesuai dengan arah strategi perusahaan untuk mengombinasikan segmen pemerintah dan BUMN agar berimbang dengan porsi swasta,’’ kata Abiprayadi.

Hingga Februari 2018, WEGE membukukan kontrak baru Rp 768,2 miliar. Capaian itu terdiri atas perolehan beberapa proyek.

Di antaranya, ruko dan sekolah Podomoro Golf View, perluasan gedung terminal penumpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Transmart Majapahit Semarang, dan Transmart Pekalongan.

Salah satu proyek yang baru diperoleh pada pertengahan Februari lalu adalah pembangunan gedung Fasilitas Produksi Media, Surveilans dan Epidemiologi, Teknik dan Pengawasan Mutu milik PT Biofarma di Bandung, Jawa Barat.

Post Terkait