Wih! Bursa Asia Menguat Ditopang Penguatan Dolar AS

Bursa saham Asia sebagian besar menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat. Hal ini dipicu para investor tengah mencerna hasil rilis pendapatan dari perusahaan dalam negeri dan menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir CNBC, Rabu (16/7/2017), indeks saham acuan di Jepang, Nikkei 225 turun 0,03%, indeks saham acuan di Korea Selatan, Kospi naik 0,67% setelah pasar kembali dibuka usai libur. Di Australia, indeks ASX 200 naik 0,07%.

Tercatat, penjualan ritel Amerika di Juli 2017 naik 0,6% yang lebih kuat dari perkiraan 0,4%. Sementara itu, penjualan ritel untuk bulan Juni direvisi naik yang mencerminkan kenaikan 0,3% dari penurunan 0,2% yang tercatat sebelumnya.

Gambaran kuat dalam penjualan ritel menyebabkan kenaikan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lainnya pada akhir tahun. Ekspektasi pasar untuk setidaknya satu kenaikan suku bunga baru pada akhir tahun adalah sekira 54% pada hari Selasa, naik dari hanya 37% pada hari Senin.

Dolar melonjak ke tingkat tertinggi dalam sekitar tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang di belakang penjualan ritel yang kuat yang dirilis Senin. Namun, satu alasan kenaikan dolar ditutup meski rilis data positifnya adalah pasar masih terus mengimbangi ketegangan geopolitik.

“Pasar tidak benar-benar percaya pertarungan AS-Korea Utara telah berakhir,” kata Managing Director Manajemen Aset BK Strategi FX Kathy Lien.

Sementara itu, pelaku pasar di Asustralia menanti laporan keuangan perusahaan dalam negeri, termasuk perusahaan biofarmasi CSL, yang melihat sahamnya turun 5,65% pada awal perdagangan. Perusahaan tersebut melaporkan laba bersih setahun penuh setelah pajak naik 24% dibandingkan tahun sebelumnya.

Origin Energy sahamnya naik 5,11% setelah perusahaan tersebut melaporkan bahwa hasil setahun penuh untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni naik menjadi AUD550 juta atau USD430,38 juta dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya AUD365 juta.

Sementara itu, saham Westfield Corporation naik 2,51% setelah perusahaan pengecer yang mengoperasikan pusat perbelanjaan di AS dan Inggris, mengumumkan bahwa laba bersih setengah tahun untuk enam bulan pertama tahun ini mencapai USD589 juta.

Dalam berita ekonomi, IMF pada hari Senin merevisi naik perkiraan pertumbuhannya untuk China. IMF mengatakan pertumbuhan akan rata-rata 6,4% untuk periode antara 2017 dan 2021.

Post Terkait