Waskita Beton Kantongi Pembayaran Rp2,37 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali memperoleh penerimaan pembayaran termin sebesar Rp2,37 triliun pada tahun 2018 ini. Penerimaan pembayaran termin tersebut berasal dari proyek turnkey Tol Becakayu (Bekasi- Cawang-Kampung Melayu) dan sejumlah proyek non-turn key.

Direktur Utama Waskita Beton Precast, Jarot Subana, optimistis kas operasional perusahaan bisa menunjukkan hasil positif di akhir 2018. “Saat ini kami sedang menyelesaikan beberapa proyek besar yang sedang dikerjakan dan ditargetkan akan selesai tahun 2018,” kata Jarot dalam rilisnya di Jakarta, kemarin.

Sejumlah proyek yang ditargetkan rampung tahun ini antara lain proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Jalan Tol Solo-Kertosono, Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jalan Tol Salatiga-Boyolali, dan proyek jalan tol lainnya di sepanjang pantura.

Dia menjelaskan, nilai kontrak baru hingga pertengahan Februari 2018 mencapai sekitar Rp450 miliar dan diproyeksikan hingga akhir Februari 2018 total nilai kontrak baru sekitar Rp700 miliar. Kontrak baru ini berasal dari pekerjaan tambahan pada sejumlah proyek besar. Proyek tersebut antara lain proyek Jalan Tol Semarang-Batang, Jalan Tol Krian-Legundi- Bunder, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, dan beberapa proyek yang masih proses negosiasi, yaitu proyek Jalan Tol Probolinggo-Kraksaan dan lainnya.

“Adapun target total nilai kontrak baru tahun 2018 sebesar Rp11,52 triliun sehingga total nilai kontrak dikelola sampai akhir tahun 2018 sekitar Rp25,3 triliun,” ujarnya.

Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas Alfred Nainggolan menjelaskan, WSBP di jagokan sebagai pendatang baru dalam indeks LQ45 periode Februari-Juli 2018. Pemilihan ini didasarkan pada valuasi, price to earning ratio (PER), dan prospek bisnis perusahaan ke depan.

“Saat ini PER WSBP sebesar delapan kali. Saham WSBP direkomendasikan untuk beli dengan target harga Rp706 di 2018,” katanya.

Post Terkait