Wall Street Tergelincir dari Rekor, Saham Asia Tetap di Level Tertingginya

Pasar saham Asia dibuka masih bertahan dalam level tertinggi satu dekadenya, meskipun Wall Street turun dari rekor mereka. Penguatan beberapa mata uang berhasil menopang pergerakan indeks, menjelang peristiwa ekonomi utama.

Investor pun mengalihkan pandangan mereka ke China, seiring dengan kongres Partai Komunis ke-19, di mana Presiden Xi Jinping diharapkan dapat melepaskan komposisi Komite Tetap yang tengah mungasai negara tersebut.

Indeks MSCI, terluas di Asia-Pasifik di luar Jepang, menguat 0,1% ke 549,71 dengan level tertinggi 10 tahunan di 554,63 yang berhasil dicapai pekan lalu. Sementara pasar saham Australia dibuka lebih tinggi dan kembali menuju puncak 5,5 bulanan. Sedangkan pasar saham Nikkei Jepang. N225 turun 0,2% dari level tertinggi 21 tahun.

Di Amerika Serikat, indeks Dow Jones Industrial Average .DJI turun 0,23%, S & P 500.SPX kehilangan 0,40% dan Nasdaq Composite .IXIC tergelincir 0,64%. Para investor menantikan laporan pendapatan dari General Motor (GM.N), McDonald’s (MCD.N), dan Lockheed Martin (LMT.N).

Adapun pasar saham Eropa STOXX 600 naik 0,16%, meskipun bursa valas IBEX. EUREX turun 0,6%, karena krisis Spanyol memasuki satu minggu lagi. Ketegangan politik telah membebani euro EUR, yang berada di dekat level terendah dua mingguan, di USD1.1752.

Investor juga tengah menanti pertemuan Bank Sentral Eropa, di mana diperkirakan akan mengumumkan beberapa bentuk kebijakan yang baru.

Post Terkait