Waduh, Nambang Bitcoin Jadi Cara Korea Utara Hasilkan Uang

Sebuah laporan dari Recorded Future, firma riset intelijen yang didukung oleh Google Venture dan In-Q-Tel (perusahaan modal ventura yang didanai oleh CIA), melaporkan bahwa Korea Utara mulai “menambang” bitcoin pada 17 Mei dan dapat menggunakan mata uang digital tersebut untuk menghasilkan pendapatan bagi rezim mereka.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan suara bulat menyetujui sanksi baru terhadap Korea Utara, yang paling keras adalah impor minyak dan melarang ekspor tekstil, serta mengakhiri kontrak kerja di luar negeri sebagai tambahannya. Oleh karena itu, menambang Bitcoin bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi negara yang terisolasi ini.

“Namun, kami tidak dapat menentukan seberapa besar volume, seperti berapa banyak bitcoin yang bisa mereka hasilkan per periode waktu tertentu. Kami hanya bisa melihat aktivitas,” kata direktur pengembangan ancaman strategis di Recorded Future Priscilla Moriuchi seperti dilansir dari CNBC, Kamis (14/9/2017).

“(Hipotesis) Pertama adalah bahwa kegiatan tersebut disponsori oleh negara, sebagai cara untuk menghasilkan dana bagi rezim,” kata Moriuchi.

“Hipotesis kedua adalah bahwa itu adalah pengguna individual, di antara sekumpulan kecil pemimpin dan keluarga mereka yang memiliki akses ke internet,” jelas dia.

Sebagai informasi, menambang adalah proses menghasilkan bitcoin. Penambang menggunakan komputer berkinerja tinggi untuk memecahkan alogaritma yang kompleks dan memverifikasi transaksi bitcoin secara online. Sebagai gantinya mereka dihargai dengan bitcoin.

Tapi siapa yang bisa menarik aktivitas semacam itu di negara otokratis? Pasalnya, kebanyakan orang Korea Utara tidak memiliki akses ke internet. Hanya sebagian kecil pengguna seperti mahasiswa, ilmuwan dan pejabat pemerintah terpilih yang memiliki akses ke intranet domestik.

“Hanya pemimpin paling senior dan elite yang berkuasa yang diberi akses internet ke seluruh dunia secara langsung,” tulis Moriuchi dalam laporannya.

Elit Korea Utara, mengakses internet terutama melalui tiga rentang IP, salah satunya ditugaskan oleh China Netcom.

Harga bitcoin sendiri, naik lebih dari tiga kali lipat tahun ini menjadi USD3.800, dan tetangga Korea Utara dan mitra dagang terbesar mereka, China, juga merupakan pemain utama di dunia bitcoin. Lebih dari setengah bitcoin yang baru ditambang berasal dari kolam pertambangan di China.

Perusahaan China seperti Bitmain dan Canaan juga mendominasi permainan perangkat keras pertambangan bitcoin. VGA ASIC, memungkinkan mereka menambang 50 kali lebih cepat daripada kartu grafis video tradisional, telah menjadi alat penambangan berskala besar.

Setiap aktivitas Korea Utara di bitcoin kemungkinan merupakan sebagian kecil dari aktivitas perdagangan global. Menurut Kapitalisasi Pasar CryptoCurrency, total volume perdagangan bitcoin hampir USD2 miliar.

“Mungkin mereka (Korea Utara) telah menambang bitcoin untuk sementara waktu, tapi mereka berhenti untuk jangka waktu tertentu atau mungkin mereka menggunakan infrastruktur dan komputer di tempat lain,” kata director of strategic threat development di Recorded Future, Priscilla Moriuchi.

Post Terkait