Waduh, Emas Global Melemah Tertekan Rekor Wall Street

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena saham-saham dan dolar AS menguat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun tipis USD3,60 atau 0,28% menjadi ditutup pada USD1.273,20 per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average melanjutkan tren “bullish”-nya, naik 101,85 poin atau 0,45% mencapai 22.763,49 poin pada pukul 17.36 GMT.

Ketika ekuitas mendapat keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena investor lebih tertarik kepada pasar saham.

Sementara itu, indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,49% menjadi 93,95 pada pukul 17.26 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS naik maka biasanya emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi para investor.

Para analis juga percaya bahwa penguatan dolar AS didorong oleh pelemahan euro, di tengah ketidakpastian seputar masa depan wilayah Catalan, yang mencari kemerdekaan sepihak dari Spanyol.

Referendum kemerdekaan Catalan baru-baru ini dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 1,4 sen atau 0,08%, menjadi ditutup pada USD16,638 per ounce. Platinum untuk Januari berikutnya naik USD3,2 atau 0,35% menjadi menetap di USD918 per ounce.

Post Terkait