Waduh! Anjloknya Saham Starbucks dan Exxon Tekan Wall Street

Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup fluktuatif pada perdagangan Jumat atau Sabtu pagi Waktu Indonesia. Indeks S&P dan Nasdaq tercatat mengalami penurunan, sedangkan indeks Dow Jones berhasil mengalami penguatan.

Melansir laman Reuters, Sabtu (29/7/2017), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 33,76 poin atau 0,15% pada level 21.830,31. Sementara itu, indeks S&P 500 anjlok 3,32 poin atau 0,13% pada level 2.472,1. Indeks Nasdaq Composite juga ditutup turun sebesar 7,51 poin atau 0,12% pada level 6.374,68.

Dow Jones tercatat berhasil menguat karena didukung oleh penguatan saham Chevron. Sementara itu, untuk indeks S&P 500, reaksi negatif dari laporan pendapatan Amazon, Exxon dan Starbucks turut mendorong tergelincirnya indeks saham tersebut. Hal ini juga diperparah dengan penurunan saham perusahaan tembakau.

Saham Amazon (AMZN.O) turun 2,5% setelah adanya laporan kemerosotan keuntungan. Adapun saham Saham Exxon (XOM.N) turun 1,5% karena adanya penurunan laba. Selain itu, saham Starbucks juga ditutup melemah 9,2%.

Saham Altria Group (MO.N) juga anjlok 9,5%. Altria, perusahaan pembuat rokok tersebut menjadi penyebab terbesar anjloknya S&P 500.

Hanya saja, secara keseluruhan laporan perusahaan yang berada pada indeks S&P 500 berhasil mengalami kenaikan selama semester pertama tahun ini. Investor juga melihat data-data perbaikan ekonomi AS.

“Kami memiliki pendapatan yang baik. Kami juga memiliki hasil perekonomian yang cukup baik,” kata Chief Investment Strategist Key Private Bank Bruce McCain seperti dikutip Reuters.

Sekira 6,1 miliar saham berpindah tangan di pasar saham AS. Adapun rata-rata perdagangan mencapai 6 miliar saham selama 20 sesi terakhir.

Post Terkait