Wacana Pindahkan Ibu Kota, Begini Contekan Malaysia dan Australia

Pemerintah berencana untuk memisahkan pusat bisnis dan pusat pemerintah. Pusat bisnis nantinya akan tetap berada di Jakarta. Namun, pusat pemerintahan akan berada di luar Jakarta.

Adapun daerah yang menjadi target pemindahan adalah Kalimantan. Hanya saja, pemerintah masih merahasiakan detail daerah terkait rencana pemindahan ibu kota ini.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, pemerintah perlu melakukan kajian lebih mendalam sebelum melakukan implementasi pemindahan ibu kota ini. Pemerintah juga dinilai perlu belajar dari negara lainnya sebelum melakukan pemindahan ibu kota.

“Misalnya kalau kita lihat di Putrajaya, Malaysia. Awalnya begitu didengung-dengungkan. Tapi sekarang properti tidak begitu menarik di sana,” kata Lana kepada Okezone.

Putrajaya adalah pusat administrasi dan pemerintahan Malaysia. Malaysia telah memisahkan antara pusat bisnis dan dan pusat pemerintah. Adapun pusat bisnis terletak di Kuala Lumpur.

Hanya saja, daerah Putrajaya tidak begitu berkembang. Penduduk Malaysia pun masih memilih untuk menetap di Kuala Lumpur sehingga properti pada daerah tersebut tidak berkembang.

“Jadi mereka hanya bekerja di Putrajaya,” kata Lana.

Hal serupa juga terjadi di Australia. Canberra yang telah dikembangkan menjadi pusat pemerintah tidak mampu berkembang sebaik Sidney yang menjadi pusat bisnis.

“Canberra itu sepi, jadi juga tidak begitu berkembang,” ujarnya.

Untuk itu, hal inilah yang perlu menjadi perhatian utama bagi pemerintah. Sebab, jika wacana pemindahan ibu kota diterapkan dan benar dipindahkan ke Palangkaraya, maka Indonesia memiliki pusat bisnis dan pemerintah yang terpaut jarak sekira kurang lebih 1000 km. Artinya, perkembangan wilayah tujuan pemindahan ibu kota harus menjadi kajian utama pemerintah.

“Jadi kalau mau ditunda, kaji terlebih dahulu secara mendalam dengan melihat negara-negara yang telah memisahkan pusat pemerintahan dan pusat bisnis,” tuturnya.

Post Terkait