Utang Bakal Tembus Rp 4.000 T, Ini Gabungan Pemerintah Dulu dan Kini

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memastikan, total utang pemerintah akan tembus mencapai Rp 4.200-an triliun di akhir 2018.

Hal itu dikarenakan setiap dalam penyusunan anggaran dan pendapatan belanja negara (APBN), pemerintah selalu mengusulkan untuk menambah pembiayaan pinjaman alias utang untuk menutupi defisit anggaran. Seperti di RAPBN Tahun 2018, pemerintah akan menambah utang sebesar Rp 399,2 triliun.

Menanggapi itu, Institute for Development of Economics (INDEF) menyebutkan hal tersebut memang pasti akan terjadi.

“Ya sudah pastilah, kan sekarang sudah sekitar Rp 3.700-an triliun,” kata Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Enny menjelaskan, total utang pemerintah yang akan tembus hingga Rp 4.200-an triliun ini merupakan outstanding yang berasal dari utang-utang di tahun sebelumnya, atau di era pemerintahan yang lampau.

“Itu namanya outstanding, utang itukan ada yang dicicil ada yang bayar bunga, setiap tahun bertambah, jadi sisa utang lama di tambah utang baru,” ungkap dia.

Diketahui, hingga akhir Agustus 2017, total utang pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 3.825,79 triliun. Dalam sebulan, utang ini naik Rp 45,81 triliun, dibandingkan jumlah di Juli 2017 yang sebesar Rp 3.779,98 triliun.

Berikut perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak tahun 2000:

  • 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  • 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  • 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  • 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  • 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  • 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  • 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  • 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  • 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  • 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  • 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  • 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  • 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
  • 2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
  • 2014: Rp 2.604,93 triliun (25,9%)
  • 2015: Rp 3.098,64 triliun (26,8%)
  • 2016: Rp 3.466,96 triliun (27,9%)

Post Terkait