Usai Terjatuh, Dolar AS Mampu Menguat Tipis

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Jumat ini. Pada perdagangan sebelumnya, dolar AS tertekan cukup dalam.

Mengutip Bloomberg, Jumat (26/1/2018), rupiah dibuka di angka 13.313 per dolar AS, sedikit melemah jika dibanding dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.289 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.294 per dolar AS hingga 13.319 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah mampu menguat 1,86 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.303 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 13.290 per dolar AS.

Dolar AS memang mulai bangkit lagi usai tertekan cukup dalam pada perdagangan sehari kemarin. Penguatan dolar AS ini usai Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia menginginkan penguatan dolar AS. Pernyataan Trump ini berseberangan dengan pernyataan sebelumnya yang dilontarkan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Trump mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara di Davos Swiss bahwa ia sangat menginginkan menguatan dolar AS. Ia menyatakan bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Mnuchin sebelumnya diartikan salah oleh investor.

Dolar AS Melemah Sepanjang 2018

Penguatan dolar AS ini menekan mata uang di Eropa seperti euro dan pound sterling serta mata uang di Asia seperti yen Jepang dan rupiah.

Beberapa pelaku pasar meragukan apakah komentar Trump akan cukup bisa mengubah tren kelemahan dolar AS belakangan ini.

“Kekuatan pasar dan didukung dengan faktor fundamental semua mengindikasikan bahwa dolar AS harus melemah selama 2018,” kata Roy Teo, analis LGT Bank di Singapura.

Post Terkait