Usai Pidato Yellen, Dolar AS Makin Perkasa

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang utama lainnya pada waktu setempat. Hal tersebut karena para investor tengah mencerna data inflasi dan pernyataan dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Semua Konsumen Perkotaan meningkat 0,5 % pada September disesuaikan secara musiman. Selama 12 bulan terakhir, indeks semua barang atau item naik 2,2 %.

Data tersebut muncul setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve pada September dirilis awal pekan lalu, yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan terbuka terhadap kenaikan suku bunga pada Desember meski ada kekhawatiran tentang tingkat inflasi yang rendah.

Sementara itu, para pedagang juga mempertimbangkan pernyataan terbaru dari Yellen dalam sebuah seminar perbankan internasional. “Aktivitas ekonomi di Amerika Serikat telah tumbuh cukup moderat sepanjang tahun ini, dan pasar tenaga kerja terus menguat,” ungkap Yellen.

 Para analis mengatakan komentarnya menunjukkan bahwa bank sentral akan segera melanjutkan menaikkan suku bunga untuk mencerminkan penguatan ekonomi. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,10 % menjadi 93,188 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1809 dari USD1,1819 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3260 dari USD1,3291 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7859 dari USD0,7885.

Dolar dibeli 111,89 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,87 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat menjadi 0,9749 franc Swiss dari 0,9744 franc Swiss, dan mencapai 1,2519 dolar Kanada dari 1,2482 dolar Kanada di sesi sebelumnya.

Post Terkait