Ubah Lini Bisnis, Calon ‘Induk AirAsia’ Pertimbangkan PHK Karyawan

PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) akan menjadi pemilik saham mayoritas baru di PT Indonesia AirAsia (IAA). Dengan begitu, perseroan pun resmi akan mengubah kegiatan usahanya.

Kegiatan bisnis utama CMPP sendiri sebelumnya di bidang transportasi dan trading batubara. Kini perseroan akan banting stir untuk terjun di bisnis jasa penerbangan komersial berjadwal.

Atas perubahan kegiatan usaha yang jauh berbeda itu, tentu akan banyak karyawan yang tidak sesuai kemampuannya. CMPP pun mempertimbangkan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atas karyawannya.

“Dalam hal perseroan akan melakukan pemutusan hubungan kerja tersebut, perseroan akan mengikuti seluruh peraturan ketenagakerjaan yang berlaku,” kata Sekretaris Perusahaan CMPP Angela Surniati menjawab pertanyaan BEI dilansir dari keterbukaan informasi, Rabu (20/9/2017).

IAA sendiri berencana membeli 2 pesawat jenis Airbus A320 baru pada kuartal IV tahun ini. Penambahan dilakukan melalui skema sewa operasi dari pihak ketiga.

IAA juga berencana untuk menambah rute penerbangan baru Denpasar-Kolkata (India) via Kuala Lumpur. Tidak hanya itu pihaknya juga akan melakukan penambahan frekuensi penerbangan untuk rute Denpasar-Jakarta dan Jakarta-Yogyakarta.

Adapun jumlah pesawat IAA saat ini sebanyak 17 unit yang statusnya terdiri dari 5 dengan skema sewa pembiayaan (finance lease) dan 12 pesawat dengan skema sewa operasi dari pihak ketiga.

IAA telah mengantongi Surat Izin Angkutan Udara Niaga Berjadwal sebanyak 157 rute, yang mana terdiri dari 85 rute domestik dan 72 rute internasional. Namun pada saat ini IAA baru mengoperasikan 7 rute domestik dan 19 rute internasional yang dioperasikan melalui 4 hub yakni Jakarta, Denpasar, Medan dan Surabaya.

Sepanjang semester I-2017 IAA telah mengoperasikan sebanyak 15.531 penerbangan dengan kapasitas 2,8 juta penumpang. Adapun jumlah penumpangnya sebanyak 2,3 juta drengan rata-rata penerbangan setiap minggu sebanyak 592 penerbangan.

Post Terkait