Uang Habis di Akhir 2017 dan Belum Gajian? Saatnya Lakukan Darurat Hemat!

Euforia liburan Hari Raya Natal 2017, dan Tahun Baru 2018 sudah berakhir. Kini saatnya kita mengevaluasi keuangan masing-masing.

Sudah berapa banyak dana yang dihabiskan pada saat itu? Apakah masih ada sisa dana untuk kebutuhan setelah liburan? Tahun baru tentu resolusi keuangan juga harus baru agar tidak mengalami kehabisan uang sebelum gajian.

Kemudian, bagi orang-orang yang di dua perayaan besar akhir tahun kemarin sudah menikmati liburan, Perencana Keuangan Andi Nugroho memberikan tips, yakni harus melakukan tindakan darurat untuk berhemat.

“Kalau sudah terlanjur kemarin habis-habisan, dan belum ada dana yang diamankan sebelumnya. Maka harus melakukan tindakan darurat untuk berhemat,” ungkapnya kepada Okezone.

Hal itu dapat dilakukan dengan memenuhi kewajiban-kewajiban, dan kebutuhan pokok utama, misalnya makan sehari-hari, biaya transportasi ke kantor atau sekolah, uang sekolah anak, dan lain-lain.

Dengan begitu, biaya untuk kesenangan pribadi harus ditahan hingga momen gajian itu datang. “Untuk kesenangan pribadi sebaiknya ditahan dulu sampai gajian berikutnya,” ucap Andi.

Selain itu, untuk awal tahun baru, berusaha untuk membuat target untuk satu tahun ke depan atau beberapa tahun ke depan. Buatlah target yang mengarah ke tujuan, dan target kita secara spesifik dan detail.

“Harus realistis dan ada jangka waktu yang ditetapkan misalnya setahun ke depan. Misalnya saat ini Anda belum mempunyai rumah sendiri, maka solusinya adalah harus memiliki rumah sendiri,” tambahnya.

Tidak hanya menargetkan, Anda juga harus mengetahui bagaimana spesifikasi dari model, ukuran, harga, dan lokasi rumah yang Anda inginkan.

“Jadi terukur, bila uang muka yang diperlukan untuk beli rumah itu, misalnya Rp50 juta, maka saat ini kita sudah punya tabungan berapa, dan sampai akhir tahun bisa dapat berapa,” jelasnya.

Intinya dalam membuat resolusi tahunan itu harus realistis. Jika tidak sesuai harapan, lebih baik mengubah target tersebut hingga mendapatkan rumah yang realistis bisa terbeli.

“Realistis dan dapat dicapai artinya dengan gaji kita yang semisal Rp5 jura per bulan. Dan kita mengharapkan bisa membeli rumah seharga Rp1 miliar, apakah realistis? Nah itu yang harus dipertimbangkan,” tegas Andi.

Post Terkait