TREN BISNIS: Robot Bisa Jadi Istri hingga 1 Koin Bitcoin Tembus Rp108 Juta

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan tantangan di masa depan adalah teknologi dan kita tidak boleh kalah dengan teknologi tapi harus menguasai teknologi. Dia juga mengatakan teknologi jangan sampai membuat Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menurun.

Sementara itu, Bitcoin, uang virtual ini mencapai rekor nilai tukar tertingginya yang mecapau USD8 ribu atau sekitar Rp108 juta jika mengacu kurs Rp13.500 per USD. Sempat terpuruk minggu lalu akibat penolakan uang virtual ini, Bitcoin kembali bangkit dengan puncak sebesar USD8.263.

Di sisi lain, emas menjadi barang yang paling banyak di gadai menurut PT Pegadaian (Persero) yang mencapai angka 95%. Hal ini menjadi nilai positif karena kemungkinannya kecil untuk gagal tebus.

Ketiga berita tersebut menjadi berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal Okezone Finance. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

Revolusi Industri Digital, Wamenkeu: Di Jepang Robot Sudah Bisa Jadi Istri

Perkembangan zaman membuat beberapa industri mulai bergeser ke arah digital. Bahkan beberapa pekerjaan manusia saat ini mulai bisa digantikan dengan kecanggihan teknologi seperti robot.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan perkembangan teknologi jangan membuat Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi down. Menurutnya, masyarakat Indonesia harus bisa menguasai teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka.

“Perkembangan teknologi sudah sangat luar biasa. Bahkan robot bisa jadi istri sekarang seperti di Jepang,” ujarnya saat memberikan keynote speech dalam acara yang diselenggarakan Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

“Jadi saya bilang tantangan di masa mendatang kita tidak boleh kalah dengan teknologi. Kita enggak boleh kalah oleh teknologi tapi kita harus kuasai teknologi,” tambah dia.

Namun, diperlukan kemampuan dan skill dari masyarakat itu sendiri. Selain itu, peran aktif pemerintah serta tenaga pengajar juga sangat diperlukan untuk mendidik generasi muda agar kelak memiliki skill untuk mampu. “Kita harus mempersiapkan SDM kita dengan pengetahuan skil. Tentunya peran pemerintah dan tenaga pengajar sangatlah penting,” jelasnya.

Jika sudah terlatih, bukan tidak mungkin Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia bisa menjadi negara maju pada masa mendatang. Karena, SDM yang terlatih serta penggunaan teknologi yang tepat, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh tajam dengan sendirinya.

“Penduduk Indonesia saat ini 250 juta jiwa, ini menjadikan Indonesia terbesar ketiga di dunia. Dengan sebagian besar berusia produktif. Diiringi oleh SDM yang baik dan penggunaan teknologi yang tepat akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Cetak Rekor Baru, Harga Bitcoin Tembus Rp108 Juta

Nilai tukar Bitcoin kembali mencatatkan rekor tertinggi mencapai USD8 ribu atau sekira Rp108 juta jika mengacu kurs Rp13.500 per USD. Nilai tukar kriptocurrency ini sempat terpuruk seminggu kemarin, seiring dengan ditolaknya mata uang digital ini di berbagai negara.

Namun, Bitcoin berhasil mencetak mencapai puncaknya di USD8.263, berdasarkan data dari website industri CoinDesk. Nilai tukar Kriptocurrency pun sudah naik 2,3% menjadi USD8.216.

Pemilik Standpoint Research Ronnie Moas mengatakan, kriptocurrency dapat terus naik lebih tinggi karena banyak pertumbuhan positif selama lima bulan terakhir dan beberapa kendala yang telah diselesaikan berkaitan dengan Bitcoin.

Melansir CNBC, Padahal, pada akhir pekan kemarin harga Bitcoin terjun bebas ke USD5.500 dan mencapai titik terendahnya, sebelum rebound ke rekor tertingginya dan menandai kenaikan harga kriptocurrency lebih dari 47%.

Penurunan harga Bitcoin terjadi karena migrasi jaringan Bitcoin, SegWit2x, yang direncanakan pada 16 November, telah dibatalkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan laju transaksi dari Bitcoin yang semakin melamban beberapa tahun ini. Jika pembaruan terjadi, diyakini akan menyebabkan “hard fork,” yang menyebabkan perputaran pembentukan Bitcoin baru.

Namun, ada beberapa berita positif yang mendukung harga Bitcoin. Masalahnya, peraturan yang menguntungkan di Jepang telah berhasil mengimbangi tekanan dari regulator di beberapa negara, termasuk China dan Korea Selatan.

Di sisi lain, CME Group mengumumkan rencana untuk memperkenalkan kontrak berjangka Bitcoin, yang dapat lebih membantu investor institusi untuk terlibat dalam kriptocurrency. CEO CME Terry Duffy mengatakan bahwa produk berjangka akan tersedia pada minggu kedua Desember.

Lantaran menjadi aset yang volatil karena bergerak dalam spekulasi, banyak analis menilai Bitcoin menjadi aset yang bisa membuat Bubble. Salah satunya adalah CEO JP Morgan Chase Jamie Dimon, yang menyebut investasi Bitcoin sebagai penipuan.

Dia pun menyebut investor Bitcoin sebagai “investor bodoh”. Sementara UBS, melihat Bitcoin sebagai aset spekulasi yang berpotensi menyebabkan bubble.

Terfavorit, 95% Nasabah Pegadaian Gadaikan Emas

PT Pegadaian (Persero) menyebutkan bahwa emas merupakan barang yang paling banyak digadaikan oleh masyarakat untuk mendapatkan pinjaman. Totalnya mencapai 95%.

“Kalau melihat data kami maka hampir 95% nasabah menggadaikan dalam bentuk emas baik perhiasan maupun emas batangan,” kata Direktur Produk Dan Pemasaran Pegadaian Harianto Widodo di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Dari kedua jenis emas tersebut, kata dia paling banyak didominasi oleh emas perhiasan yang jumlahnya mencapai 95%. Banyaknya emas perhiasan yang digadaikan nasabah juga menjadi poin positif bagi perseroan lantaran kemungkinan gagal tebusnya kecil.

“Emas perhiasan ini jadi value sendiri bagi Pegadaian. Kalau dalam bentuk perhiasan ada ikatan emosional. Beda kalau yang digadaikan emas batangan. Persentase nasabah yang tidak tebus kecil sekali karena ada kaitan emosional,”. jelasnya.

Sekadar diketahui, Pegadaian membukukan pendapatan usaha sebesar Rp8,67 triliun hingga Oktober 2017 dan diproyeksikan mencapai Rp10,77 triliun pada akhir tahun, mengalami kenaikan dibandingkan capaian 2016 sebesar Rp9,71 triliun.

Laba perseroan pada Oktober tercatat sebesar Rp2,82 triliun dan diproyeksikan sebesar Rp3,42 triliun pada akhir, naik dibandingkan capaian akhir tahun sebesar Rp3 triliun.

Posisi aset perseroan tercatat sebesar Rp48,1 triliun pada Oktober 2017 dan diproyeksikan sebesar Rp50,27 pada akhir tahun, naik dibandingkan capaian 2016 sebesar Rp46,87 triliun.

Post Terkait