TREN BISNIS: Dana Rp13 Triliun dari Lelang Sukuk hingga Kodak Bakal Luncurkan Mata Uang Digital

Dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 9 Desember 2018, pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp13 triliun. angka tersebut berhasil diserap dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 32,2 triliun.

Tak lagi menjadi perusahaan kamera, kini kodak beralih bisnis menjadi perusahaan mata uang digital. Bahkan, mata uangnya dipandang sebagai contoh yang sempurna. Dalam hal ini, kodak berinvestasi dalam teknologi BlockChain dan berencana mengeluarkan mata uang digital foto sentris yang disebut KODAKCoin.

Siang ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendatangi Balai Kota Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ketika mengunjungi balai kota, Rini berjalan kaki meskipun tetap menggunakan pakaian formal.

Ketiga berita tersebut menjadi berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

Pemerintah Raih Rp13 Triliun dari Lelang Sukuk

Pemerintah menyerap dana sebesar Rp13 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 9 Desember 2018 dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp32,2 triliun.

Keterangan pers tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Raby (10/1/2018), menyebutkan jumlah dana diserap Rp13 triliun itu berasal dari seri SPNS10072018, PBS016, PBS002, PBS017, PBS012, dan PBS004.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS1007018 mencapai Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,42703% dan imbalan secara diskonto. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 10 Juli 2018 sebesar Rp10,6 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 4,28125% dan tertinggi 5,03125%.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS016 sebesar Rp4,37 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,56759% dan tingkat imbalan 6,25%. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2020 ini mencapai Rp7,19 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,43750% dan tertinggi 5,90625%. Untuk seri PBS002, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,9% dan tingkat imbalan 5,45%. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Januari 2022 ini mencapai Rp3,062 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 5,78125% dan tertinggi 6,15625%.
Untuk seri PBS017, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,57 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,31306% dan tingkat imbalan 6,125%. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2025 ini mencapai Rp3,54 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,06250% dan tertinggi 6,56250%. Untuk seri PBS012, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,87 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,96972% dan tingkat imbalan 8,875%. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Nopember 2031 ini mencapai Rp6,136 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,90625% dan tertinggi 7,21875%.

Untuk seri PBS004, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,64 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,28711% dan tingkat imbalan 6,1%. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037 ini mencapai Rp1,7 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,125% dan tertinggi 7,40625%.

Jalan Kaki Menuju Kantor Gubernur Jakarta, Menteri Rini: Bakar Kalori

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendatangi Balai Kota Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siang ini. Ada hal yang menarik dari kunjungan Rini pada siang ini.

Pasalnya meskipun menggunakan pakaian formal, Rini mendatangi balai kota dengan berjalan kaki. Dari pantauan Okezone, Rini hadir dengan menggunakan coklat dan celana bahan hitam lengkap dengan dompet kecil diselempangkan layaknya anak muda.

Saat ditanya alasannya, Rini mengaku malu jikalau harus menggunakan mobil untuk menuju Balai Kota. Pasalnya, jarak dari kantornya menuju Balai Kota hanya ratusan meter.

“Iya, cuma segini… Ya ampun, masa naik mobil? Malu-maluin, naik turunnya lebih lama dari jalan kaki ya kan,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Rabu (10/1/2018)

Menurut Rini, jika menggunakan mobil akan membuang-buang biaya karena membuang-buang bensin. Sedangkan jika berjalan kaki, dirinya bisa sekaligus berolahraga.

“Kalau jalan kaki bakar kalori,” jelasnya.

Selain itu lanjut Rini, dirinya memilih jalan kaki karena tidak sabar sekaligus geregetan melihat permasalahan yang ada di Jakarta. Oleh karena itu dirinya memutuskan untuk mendatangi langsung Gubernur disaat senggang dengan berjalan kaki untuk sama-sama menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta.

“Enggak ada apa-apa. Saya sebenarnya enggak sabaran orangnya. Saya tanya nih ‘Kapan Pak, kapan?’ Makanya saya tadi telfon Pak Gubernur, ‘Sudah deh Pak saya yang datangi kantor Bapak’,” jelasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang berbeda, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi sekaligus merasa terhormat bisa dikunjungi langsung oleh Rini. Apalagi Rini datang dengan berjalan kaki saat menuju kantornya.

“Tadi Bu Rini datang ke sini jalan kaki loh luar biasa. Saya merasa terhormat. Semoga dalam sebulan ke depan kita akan terus membangun komunikasi intens untuk membangun Ibu Kota. Karena kantor kita juga dekat,” jelasnya.

Kodak Berencana Luncurkan Mata Uang Digital, Sahamnya Langsung Naik 125%

Kodak beralih bisnis dari awalnya sebuah perusahaan kamera menjadi perusahaan mata uang digital. Bahkan, mata uangnya dipandang sebagai contoh yang sempurna.

Pihaknya berinvestasi dalam

teknologi BlockChain dan berencana mengeluarkan mata uang digital foto sentris yang disebut KODAKCoin

Mengutip laman, Alhasil, saham Kodak melonjak sebanyak 125% dalam perdagangan setelah pengumuman tersebut. Di mana, dengan harga Bitcoin, Litecoin, Ripple, dan mata uang digital lainnya yang melonjak menjadikan pencampuran eklektik dari usaha kecil dan tidak terkait telah mencoba mengayuh gelombang minat investor dengan menggoda pivot mata uang digital.

Selain Kodak, ada beberapa yang pindah haluan, seperti Long Island Iced Tea Corp. Mengubah namanya menjadi Long BlockChain Corp (LBCC). Bioptyx diganti sebagai Riot BlockChain (RIOT) dan menggeser model bisnisnya dari bioteknologi menjadi Bitcoin. Selain itu, perusahaan tembakau seperti Rich Cigars, dan sebuah perusahaan e-cigarrette seperti Vapetek, masing-masing menyatakan bahwa mereka tiba-tiba mengikuti bisnis BlockChain.

Di sisi lain, investor pada umumnya bereakasi terhadap pengumuman dengan mengirimkan saham yang melonjak. Namun, Kodak membingkai langkah tersebut sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar mendapatkan keuntungan.

“Bagi banyak orang di industri teknologi, ‘BlockChain’ dan ‘Mata Uang Digital’ adalah kata kunci yang tepat. Tetapi, bagi fotografer yang telah lama berjuang untuk menegaskan kontrol atas pekerjaan mereka dan bagaimana penggunaannya, kata kunci ini adalah kunci untuk memecahkan masalah yang tidak dapat diselesaikan,” ucap CEO Kodak Jeff Clarke.

Di samping itu, Kodak akan menggunakan sistem BlockChain tersebut, yang pada dasarnya adalah buku besar digital untuk platform baru yang disebut KODAKOne untuk membantu fotografer mengelola hak gambar, dan KODAKCoin untuk transaksi saat fotografer melisensikan pekerjaan mereka.

Berita Kodak dengan cepat disambut sarkasme di media sosial. Sebagai salah satu reporter bercanda di Twitter (TWTR), mungkin hanya masalah waktu sebelum kita melihat peluncuran “PolaroidCOIN”, dan “SearsCOIN.”

Post Terkait