Tips Keuangan Topang Biaya Hidup Orangtua yang Sudah Pensiun

Alokasi keuangan sangatlah penting terutama setelah berkeluarga, sebab akan muncul pos-pos pengeluaran baru yang tidak terduga. Belum lagi, sebagian dari pasangan suami istri masih harus menanggung biaya hidup orangtua yang telah memasuki masa senja.

Jika pasangan suami istri memiliki pendapatan yang surplus bagi kehidupan rumah tangga mereka, tanggungan biaya hidup orangtua bukanlah masalah. Tetapi, berbeda halnya dengan pasangan yang memiliki pendapatan terbatas yang hanya mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Apabila tidak direncanakan dengan matang, hal tersebut bisa menjadi duri dalam rumah tangga, seiring banyaknya pengeluaran serta pendapatan yang terbatas.

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengungkapkan, kultur ikatan keluarga di Indonesia masih menganggap orangtua menjadi tanggungan anak di masa senja adalah hal yang lumrah.

Hal mendasar yang perlu diperhatikan bagi pasangan suami istri adalah bersikap terbuka dengan masing-maisng pasangan jika nantinya menanggung biaya hidup orangtua.

“Hal itu untuk menghindari kesalahpahaman antara suami istri,” ujarnya kepada Okezone.

Setelah hal mendasar telah dilakukan, maka saatnya pasangan membuat alokasi keuangan bagi biaya hidup orangtua. Andi mengatakan, apalagi bila sifatnya rutin, maka sebaiknya dianggarkan sebagai pos pengeluaran bulanan seperti halnya pos konsumsi bulanan keluarga.

“Menjadi kebutuhan prioritas atau tidak tergantung dar nilai-nilai yang dianut keluarga tersebut. Tapi sebagian besar keluarga di Indonesia mungkin masih menganggap hal tersebut sangat penting,” imbuh dia.

Andi juga menyarankan, untuk menangung biaya hidup orang tua bersama dengan saudara kandung lainnya. Untuk kebutuhan yang bersifat darurat, Andi mengatakan sebaiknya diambilkan dari pos kebutuhan darurat.

Pos kebutuhan darurat juga dipersiapkan untuk kebutuhan mendadak lainnya.

“Pos kebutuhan darurat sebaiknya kita sisihkan tiap bulannya 10% dari penghasilan rutin,” tukas dia.

Post Terkait