Tidak Cuma Wall Street, Dolar AS Juga Berhasil Menguat

Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena data ekonomi yang keluar dari negara tersebut secara umum positif.

Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan, dalam pekan yang berakhir 24 Maret, angka pendahuluan untuk klaim awal untuk tunjangan pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 215.000, turun 12.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya.

Angka tersebut merupakan tingkat terendah untuk klaim awal sejak 27 Januari 1973, ketika itu mencapai 214.000.

Departemen Perdagangan mengatakan, pendapatan pribadi AS meningkat USD67,3 miliar atau 0,4% pada Februari, sedangkan belanja konsumsi pribadi meningkat USD27,7 miliar  atau 0,2%. Kedua angka tersebut setara dengan konsensus pasar.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,01% menjadi 90,071 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,2304 dari USD1,2315 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,4031 dari USD1,4087 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7685 dari USD0,7661.

Dolar AS dibeli 106,50 yen Jepang, lebih rendah dari 106,86 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9562 franc Swiss dari 0,9566 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,2875 dolar Kanada dari 1,2910 dolar Kanada.

Sementara itu, saham-saham di Wall Street berbalik naik (rebound) dengan kuat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan sejumlah laporan ekonomi yang umumnya positif.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 254,69 poin atau 1,07%, menjadi ditutup di 24.103,11 poin. Indek S&P 500 meningkat 35,87 poin atau 1,38%, menjadi berakhir di 2.640,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 114,22 poin atau 1,64%, menjadi 7.063,44 poin.

Menurut survei yang dirilis oleh University of Michigan, angka akhir dari Indeks Sentimen Konsumen AS datang di 101,4 pada Maret, menandai tingkat tertinggi sejak 2004.

Pasar saham AS akan ditutup pada Jumat karena libur Jumat Agung.

Untuk pekan yang lebih singkat ini, ketiga indeks utama membukukan keuntungan kuat, dengan Dow, S&P 500 dan Nasdaq melompat masing-masing 2,4%, 2,0%, dan 1,0%.

Post Terkait