Terungkap! First Travel Punya Utang Rp150 Miliar ke Jamaah Haji

Agen perjalanan umrah First Travel berkantor pusat di Depok disinyalir menanggung biaya pengembalian uang yang harus mereka serahkan ke jamaah untuk direfund sebesar Rp150 miliar.

Jamaah meminta uang yang sebelumnya mereka niatkan untuk berangkat umrah segera dipulangkan menyusul adanya penghentian kegiatan penghimpunan dana untuk paket promo umrah senilai Rp14,3 juta oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Siti, mewakili para jamaah First Travel mengungkapkan, jumlah calon jamaah yang dijanjikan berangkat umrah oleh agen perjalanan umrah itu jumlahnya mencapai 35 ribu orang. Dari total tersebut, 10 ribu jamaah dijanjikan akan dikembalikan uangnya. Sementara, 25 ribu sisanya belum ada sikap.

“Jumlah nasabah 35 ribu, belum berangkat 25 ribu, 35 akan diberangkatkan bertahap, 10 ribu akan direfund,” katanya di Kantor First Travel, Depok, Jumat (28/7/2017).

Dia merincikan, jika dihitung-hitung, kata dia 10 ribu jamaah rata-rata telah menyetor dana umrah sebanyak Rp15 juta. Jika benar demikian, maka kalau ditarik kesimpulan, uang yang harus First Travel bayarkan kepada 10 ribu jamaahnya mencapai Rp150 miliar. “10 ribu katakanlah setorkan dana Rp15 juta, berarti Rp150 miliar itu bisa lebih. Intinya ratusan miliar utang mereka,” katanya.

Jika pihak First Travel tak segera memberi keterangan dan kejelasan kepada para jamaah itu, kata Siti pihaknya siap menempuh hal tersebut ke jalur hukum. Namun, pihaknya masih menunggu itikad baik dari First Travel untuk menemui jamaah.

“Jalur hukum kita sama-sama gimana caranya minta bantuan LBH (Lembaga Bantuan Hukum), YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) dan pengacara perseorangan, cuma alangkah lebih baiknya ketemu dulu,” tukasnya.

Namun, angka di atas masih perhitungan kasar sementara, jika uang yang dikembalikan ke jamaah besarannya 100% tanpa ada pemotongan apapun. Kemudian, jika jamaah yang meminta uangnya dikembalikan adalah jamaah yang memilih paket promo artinya uang yang mereka setor kurang dari Rp15 juta, alias hanya Rp14,3 Juta. Maka totalnya tak mencapai Rp150 miliar. Lagipula, dari 10 ribu jamaah belum tentu semuanya sudah membayar lunas.

Post Terkait