Tertinggal 20 Tahun, Menko Darmin: Tabungan Haji di Malaysia Sudah ke Pasar Modal!

Besarnya potensi dana haji nantinya akan dimanfaatkan oleh pemerintah pada berbagai sektor produktif yang menjamin keuntungan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah melantik anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk mengelola dana haji.

Dana haji ini nantinya juga dapat digunakan untuk proyek infrastruktur. Jokowi mencontohkan, pembangunan proyek yang menjanjikan seperti bandara, jalan tol, hingga pelabuhan dapat dibangun melalui dana haji ini.

 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, hal ini telah cukup lama dilakukan oleh Malaysia. Bahkan, Malaysia telah mulai melakukan investasi dana haji sejak 20 hingga 30 tahun yang lalu.

“Jadi sebenarnya saya malah aneh di Malaysia orang sudah kerjakan itu sejak 20, 30 tahun yang lalu. Tabungan haji dananya ke mana, ke infrastruktur. Malah dia bisa ke pasar modal aja,” kata Darmin saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Dana haji ini nantinya bisa diinvestasikan pada proyek infrastuktur. Menurut Darmin, proyek infrastuktur bisa memberikan keuntungan yang lebih besar yaitu mencapai 12%.

“Jadi yang pasti dana seperti kan dana jangka panjang. Itu kalau ditaruh saja di deposito berapa sih bunganya? 5%-6% cuman segitu deposito. Tapi kalau ada investasi infrastruktur paling sedikit IRR (Internal Rate of Return) 12%-13%, itu pasti profitnya lebih gede,” kata Darmin.

Surat berharga negara lainnya juga dapat digunakan sebagai instrumen investasi, salah satunya adalah obligasi. Namun, hal ini masih akan dikaji kembali oleh pemerintah.

“Kalau nanti diterbitkan obligasi itu bukan pembiayaan ditaro duitnya begitu saja. Itu pasti harus dibuat surat obligasi sehingga dia akan menerima return sebulan pasti lebih tinggi dari deposito. Pasti lebih tinggi dari SUN. Pasti lebih tinggi dari bagi hasilnya saham,” ujar Darmin.

Obligasi ini, kata Darmin, tak harus dalam bentuk syariah. Surat berharga negara konvensional pun juga dapat digunakan sebagai instrumen investasi.

“Kan tidak harus dalam bentuk syariah, pokoknya obligasi,” ujar Darmin.

Sebelumnya, Menurut Presiden Joko Widodo, terdapat sekira lebih dari Rp90 triliun dana haji yang dapat dimanfaatkan untuk proyek pembangunan. Dana ini pun belum dimanfaatkan secara optimal

“Ada kurang lebih Rp80 (triliun) sampai Rp90 triliun, triliun, bukan miliar. Rp93 triliun yang ini kalau dimanfaatkan dengan baik, ditaruh di tempat-tempat yang memberikan keuntungan yang besar, juga akan mempercepat pembangunan negara kita,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis 27 Juli 2017.

Dana haji ini, kata Jokowi, bisa digunakan pada proyek-proyek yang tidak memiliki risiko tinggi. Salah satunya adalah proyek tol yang selalu menjanjikan keuntungan.

“Taruh saja misalnya di pembangunan jalan tol, aman enggak akan rugi, yang namanya jalan tol enggak akan rugi, enggak akan hilang,” ujar Jokowi.

Selain itu, pembangunan pelabuhan hingga bandara juga dapat menjadi pilihan pemerintah untuk memanfaatkan dana haji. Proyek ini dinilai sangat menguntungkan dibandingkan proyek yang berisiko seperti perkebunan.

Post Terkait