Tertarik Investasi, tapi Belum Pernah Mencoba? Ikuti Saran Berikut

Bergelut dalam dunia investasi kian populer di tengah-tengah kondisi ekonomi Indonesia yang tidak stabil. Berembusnya kabar mengenai “keuntungan besar” saat berinvestasi menjadi penyebab mengapa wawasan masyarakat terbuka pada instrumen investasi.

Boleh dikatakan jumlah investor di Indonesia semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Dunia investasi juga tidak lagi diisi orang tua saja, tapi juga kaum muda. Tingginya antusiasme anak muda terhadap investasi dipercaya memberikan efek persuasif untuk mengajak anak muda lainnya untuk berinvestasi.

Sebagai investor pemula, kita membutuhkan teknik jitu untuk melipatgandakan modal yang diinvestasikan. Agar sukses dalam investasi, ikuti tips sukses berinvestasi ala investor pemula di bawah ini.

1. Instrumen Investasi Apa yang Dibutuhkan

Hasil dari investasi tidak selamanya menguntungkan. Kadang kala kita juga sering mengalami kerugian akibat keadaan ekonomi yang tidak stabil. Sebelum menempatkan dana di instrumen investasi, ketahuilah jenis investasi apa yang dibutuhkan saat ini. Adanya spesifikasi pada investasi dapat membuat Anda lebih fokus untuk mengelola investasi yang dimiliki.

2. Jangka Waktu Investasi yang Diperlukan

Setelah mengetahui jenis investasi, tentukan berapa lama Anda akan berinvestasi pada instrumen investasi yang bersangkutan. Apakah itu jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Jangka waktu untuk investasi jangka pendek 1-3 tahun, jangka menengah kurang dari 5 tahun, dan jangka panjang lebih dari 10 tahun.

Untuk mengetahui term atau jangka waktu investasi, coba cari tahu untuk apa uang tersebut diinvestasikan. Jika tujuan Anda berinvestasi untuk menyekolahkan anak ke luar negeri, ada baiknya memilih investasi jangka panjang di mana pencairannya dapat dilakukan saat investasi jatuh tempo.

3. Mengetahui Risiko dari Investasi

Tingkat keuntungan yang diperoleh dari investasi juga sebanding dengan tingkat kerugiannya. Biasanya grafik keuntungan berbanding lurus dengan tingkat risiko yang akan dihadapi. Semakin besar keuntungan yang didapat, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung.

Memahami tingkat risiko harus dilakukan di awal sebelum investasi diputuskan. Sesuaikan apa yang diinvetasikan dengan karakteristik diri sendiri. Apabila Anda suka pada fluktuasi harga, Anda cocok bergabung pada jenis investasi saham. Sementara Anda yang lebih suka berada di jalur aman, sebaiknya bergabung pada investasi deposito saja.

4. Menghitung Suku Bunga yang Didapatkan

Tingkat suku bunga pada investasi jenis deposito dan reksa dana dapat dihitung dengan rumus yang ditentukan. Sebelum menandatangani kepemilikan investasi, kita telah disuguhkan dengan grafik suku bunga yang akan didapatkan dalam kurun waktu tertentu. Dengan begitu, kita dapat menghitung jumlah keuntungan yang didapatkan selama uang diinvestasikan.

Akan tetapi, grafik suku bunga yang ditampilkan di bank mengalami naik turun setiap waktu. Artinya, tidak ada jaminan bahwa jumlah keuntungan yang dihitung di awal akan sama dengan jumlah keuntungan yang didapatkan di akhir. Itu berarti grafik suku bunga yang didapatkan hanyalah gambaran kasar mengenai keuntungan yang diperoleh di masa depan.

5. Diversifikasi Apa yang Diinvestasikan

Fokus pada satu jenis investasi sebenarnya sudah lebih dari cukup, apalagi jika Anda menguasai ilmu dan teknik investasi secara mendalam. Bagi Anda yang ingin meningkatkan keuntungan dan memperbesar kekayaan, tidak ada salahnya untuk coba melakukan diversifikasi dari apa yang diinvestasikan.

Misalnya, setelah sukses pada investasi reksa dana, Anda bisa melirik investasi saham yang tingkat keuntungannya lebih besar. Namun, tingkat risikonya juga semakin tinggi. Jadi, Anda perlu berhati-hati ya.

6. Menguasai Ilmu Investasi

Untuk mengembangkan dan memaksimalkan aset yang diinvestasikan, penting rasanya menguasai ilmu investasi secara mendalam. Dengan demikian, Anda tahu kapan harus keep investasi, kapan harus menjual, dan kapan harus membeli. Hasilnya, keuntungan yang diperoleh juga lebih maksimal.

7. Memantau Laju Pergerakan Investasi

Rajinlah memantau aset yang diinvestasikan untuk mengetahui bagaimana pergerakannya dari hari ke hari. Agar hasil pantauan lebih akurat, ada baiknya kuasai ilmu dalam berinvestasi lebih dulu. Apabila Anda berhasil menguasai ilmunya secara detail, dijamin apa yang diinvestasikan akan berbuah manis di kemudian hari.

Jiwa Muda, Jiwa Investasi

Selagi masih muda, mulailah melirik instrumen investasi sedini mungkin. Semakin cepat Anda memulainya, semakin besar keuntungan yang akan dinikmati. Kondisi finansial juga lebih stabil saat Anda telah memiliki simpanan untuk menghadapi inflasi yang bisa terjadi kapan saja.

Post Terkait