Terancam Bom Nuklir Korea Utara, Harga Emas dan Yen Menguat!

Instrumen investasi safe haven tengah menjadi incaran di tengah krisis di semenanjung Korea, di mana Korea Utara kembali melakukan uji coba bom nuklirnya.

Instrumen investasi paling diburu, antara lain emas, yen Jepang dan obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). Demikian dilansir dari Reuters, Senin (4/9/2017).

Nilai dolar AS atas yen terkoreksi menjadi 109,22 yen per USD. Jepang adalah negara kreditur dan trader terbesar di dunia.

Krisis yang ada, akan membuat investor Jepang cenderung akan memulangkan dana pada saat krisis, sehingga mendorong nilai yen. Walau begitu, nilai indeks saham Jepang, Nikkei anjlok 0,9% pada awal perdagangan ini.

Harga emas sendiri mengalami kenaikan sebesar USD8,9 menjadi USD1.333,4 per ounce.

Korea Utara kembali menguji bom nuklirnya yang diklaim memiliki pengaruh paling kuat. Bom ini juga memiliki kemampuan misil jarak jauh.

Korut yang dipimpin Kim Jong-un mengaku telah berhasil melakukan uji coba bom hidrogen yang bisa dimasukkan ke rudal balistik antarbenua atau ICBM. Tes bom pemusnah massal Korut yang memicu gempa buatan ini telah memicu kecaman masyarakat internasional.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas tanggapan internasional.

Uji coba bom hidrogen telah memicu gempa buatan yang kekuatannya tercatat oleh Survei Geologi AS (USGS) sebesar 6,3 SR.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengatakan, tidak ada keraguan bahwa getaran gempa kemarin merupakan uji coba senjata nuklir keenam Korea Utara. Menurutnya, langkah Korut sebagai tindakan tak termaafkan.

Post Terkait