Tensi Dagang AS-China Memanas, Dolar Terpukul Performa Yen

Dolar AS terkoreksi terhadap yen Jepang pada perdagangan pagi ini, Selasa (3/4/2018), seiring memanasnya tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Hal ini memicu kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global sekaligus menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,08% atau 0,069 poin ke level 89,983 pada pukul 10.10 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun hanya 0,004 poin di level 90,048, setelah pada perdagangan Senin (2/4) berakhir naik tipis 0,09% atau 0,078 poin di posisi 90,052.

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau lanjut terapresiasi 0,03% atau 0,03 poin ke level 105,87 per dolar AS pada pukul 10.21 WIB, setelah berakhir menguat 0,36% atau 0,38 poin di posisi 105,90 pada perdagangan Senin (2/4).

Penguatan yen pada perdagangan kemarin seiringan dengan anjloknya bursa saham di AS. Indeks S&P 500 meluncur sekitar 2,2% dengan saham teknologi yang terpukul di tengah kekhawatiran bangkitnya kembali perang perdagangan.

Aksi jual dalam pasar ekuitas AS terjadi setelah China memberlakukan tarif impor sebesar hingga 25% terhadap 128 produk AS, sehingga meningkatkan ketegangan antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

“Mengingat betapa rapuhnya pasar ekuitas saat ini, saya pikir dolar akan bergerak lebih rendah terhadap yen,” kata Stephen Innes, kepala perdagangan di Asia-Pasifik untuk Oanda di Singapura.

“Minat risiko investor mungkin tidak akan pulih dengan cepat kecuali terlihat pengenduran dalam ketegangan perdagangan AS-China,” tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Yen, sebagai mata uang safe haven, cenderung lebih diuntungkan selama masa pergolakan politik dan finansial global.

Mata uang Jepang ini telah menguat pada Maret seiring kekhawatiran seputar risiko perang perdagangan global yang mengguncang pasar keuangan. Dolar AS pun turun ke level terendah dalam 16 bulan yakni ke posisi 104,56 yen pada 26 Maret.

Memanasnya ketegangan perdagangan antara China dan AS tampaknya akan menjadi fokus pasar dalam waktu dekat.

Pemerintahan Presiden Trump pekan ini diperkirakan akan menerbitkan daftar barang-barang China yang dapat dikenakan tarif baru AS.

Selain potensi perang perdagangan, investor juga fokus pada rilis sejumlah data AS pekan ini, termasuk laporan nonfarm payroll untuk Maret, demi menentukan arah kenaikan suku bunga oleh The Fed di masa mendatang, menurut para analis.

Posisi indeks dolar AS                                       

3/4/2018

(Pk. 10.10 WIB)

89,983

(-0,08%)

2/4/2018

90,052

(+0,09%)

30/3/2018

89,974

(-0,20%)

29/3/2018

90,151

(+0,10%)

28/3/2018

90,058

(+0,77%)

Post Terkait