Tekanan Dolar AS Meningkat, Rupiah Kembali Tertekan ke Rp13.575/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah, seiring dengan penguatan dolar AS. Para investor terus mencermati kandidat posisi ketua Fed berikutnya, saat jabatan Ketua Fed Janet Yellen berakhir pada Februari tahun depan.

Kurs dolar AS pun menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya, setelah seorang sumber mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah melakukan survei pada Republikan, dan mereka lebih condong ke ekonom Stanford University John Taylor ketimbang Ketua Fed Jerome Powell saat ini.

Akibatnya, Bloomberg Dollar Index lewat kurs spot exchange rate di pasar Asia mencatat Rupiah melemah 42 poin atau 0,31% menjadi Rp13.575 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di angka Rp13.563-Rp13.585 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 38 poin atau 0,28% menjadi Rp13.568 per USD. Adapun pergerakan Rupiah pagi ini, bergerak dalam kisaran Rp13.528 per USD hingga Rp13.570 per USD.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,04% menjadi 93,969 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1759 dari USD1,1734 dan pound Inggris turun menjadi USD1,3121 dari USD1,3199. Dolar Australia juga turun menjadi USD0,7775 dari USD0,7800.

Dolar AS dibeli 113,86 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,74 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9907 franc Swiss dari 0,9868 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,2685 dolar Kanada dari 1,2651 dolar Kanada.

Post Terkait