Tawarkan Bunga hingga 8,85%, PT Pupuk Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun

Danai ekspansi bisnisnya dengan menggenjot kapasitas produksi, PT Pupuk Indonesia (Persero) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II tahun 2017 berkisar Rp2-3 triliun pada kuartal III tahun ini.

”Obligasi ini akan ditawarkan dengan tenor tiga tahun dan lima tahun,” kata Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia, Indarto Pamoengkas di Jakarta.

Menurut dia, tenor surat utang tahap kedua ini lebih pendek dibandingkan tahap pertama yang ditawarkan tiga tahun dan tujuh tahun. Hal ini menyusul para investor menyukai obligasi tenor pendek. “View-nya para pelaku pasar menyukai jangka pendek,” ujarnya.

Dia melanjutkan, tahap pertama, obligasi bertenor tiga tahun memiliki kelebihan permintaan sekitar 2,5 kali atau menjadi Rp1,6 triliun dari rencana Rp600 miliar. Sementara tenor tujuh tahun tetap Rp3 triliun. Obligasi tahap I Pupuk Indonesia terbagi menjadi dua seri, yaitu seri A bertenor tiga tahun dengan bunga 7,75-8,50% dan seri B bertenor tujuh tahun dengan bunga 8,25-8,85%.

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk melunasi obligasi berkelanjutan I tahap I seri A senilai Rp600 miliar atau 16% dan 84% atau Rp3 trilun untuk pinjaman kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang akan digunakan untuk melunasi sebagian kredit investasi.

Sebelumnya, perseroan juga telah menerbitkan obligasi senilai Rp3,6 triliun melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahap pertama tahun 2017. Hasil penerbitan obligasi atau sekira 16% akan digunakan untuk melunasi obligasi I Pupuk Indonesia tahun 2014 seri A dan sisanya 84% dialokasikan untuk pinjaman kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, anak usaha perseroan, yang akan digunakan untuk melunasi sebagian kredit investasi.

Penerbitan surat utang tersebut merupakan bagian dari PUB senilai Rp10 triliun. Obligasi berkelanjutan tahap l Pupuk Indonesia terbagi menjadi dua seri, yaitu seri A bertenor tiga tahun dan seri B bertenor tujuh tahun. Sesuai rencana, pembayaran bunga akan dilakukan setiap tiga bulan (triwulanan). Surat utang tanpa jaminan (clean basis) tersebut telah mendapat peringkat AAA dari Fitch Ratings.

Pada 2016, penjualan pupuk perseroan untuk sektor pangan tercatat sebanyak 9,18 juta ton, naik dibandingkan 2015 yang sebesar 8,88 juta ton. Untuk sektor kebun turun menjadi 1,54 juta ton dari 2,03 juta ton.

Sedangkan ekspor naik menjadi 1,37 juta ton dari 844,7 ribu ton dan amoniak naik menjadi 1 juta ton dari 8791 ribu ton. Adapun total volume penjualan di pasar domestik pada 2016 turun menjadi 11,07 juta ton dibandingkan 2015 sebanyak 11,14 juta ton. Nondomestik tercatat naik menjadi 2,02 juta ton dari 1,49 juta ton.

Sementara itu, pendapatan perseroan pada 2016 tercatat mencapai Rp64,16 triliun atau turun dibandingkan 2015 sebesar Rp66,23 triliun. Laba kotor naik menjadi Rp12,19 triliun dari Rp12,07 triliun. Adapun laba usaha tercatat meningkat menjadi Rp7,66 triliun dari Rp6,62 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan tumbuh menjadi Rp3,52 triliun dari Rp3,39 triliun.

Post Terkait