Susi Ngakak Karena Cak Lontong, Darmin Dicecar Utang Rp 3.367 T

Peristiwa tertawanya Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sampai menangis karena mendengar lawakan dari Cak Lontong menjadi salah satu berita terpopuler pembaca detikFinance kemarin.

Selain itu, berita yang menjadi perhatian kemarin adalah dicecarnya Menko Perekonomian, Darmin Nasution soal utang pemerintah Indonesia yang mencapai Rp 3.367 triliun. Peristiwa terjadi saat rapat dengan Komisi XI DPR, dan Darmin kemarin sedang menjadi Menteri Keuangan sementara menggantikan Sri Mulyani.

Berikut berita yang menjadi perhatian pembaca detikFinance, Senin (10/9/2017).

1. Susi Ngakak Sampai Nangis Karena Cak Lontong

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tampak tertawa lepas mendengar lawakan Cak Lontong dalam acara Halal Bihalal Kementerian Kelautan dan Perikanan pagi ini. Cak Lontong yang ditugaskan mengisi acara melakukan stand up comedy di hadapan Susi, dan para pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tak butuh waktu lama bagi Cak Lontong membuat Susi tertawa. Stand up comedian tersebut menyampaikan lawakan yang berkaitan dengan perikanan.

“Saya punya anak saya kasih ikan setiap hari, ikan asin,” ujaran Cak Lontong ini langsung membuat gelak tawa di wajah Susi.

2. Darmin Dicecar Utang Rp 3.367 Triliun

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan angka utang pemerintah Indonesia yang sudah mencapai ribuan triliunan.

Hal tersebut salah satunya dilontarkan Anggota Komisi XI dari Fraksi PKS Refrizal saat rapat kerja Komisi XI DPR dengan pemerintah terkait asumsi makro RAPBN-P 2017, Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan, utang Indonesia sudah sangat tinggi. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah Indonesia per Mei 2017 berjumlah 3.672,33 triliun. Dalam sebulan, utang ini naik Rp 4,92 triliun dibandingkan dengan posisi per April tahun ini yang sebesar Rp 3.667,41 triliun.

3. Nasib Jakarta Bila Tak Jadi Ibu Kota Lagi

Pemerintah tengah berencana untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta menuju luar Pulau Jawa. Rencana itu kini tengah dikaji oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN/Bappenas).

Lalu bagaimana nasib Jakarta nantinya bila tak lagi menjadi ibu kota RI?

“Ya enggak masalah. Tidak masalah bagi Jakarta,” kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Enny mengatakan, selama ini telah banyak negara yang melakukan pemindahan ibu kota dan tidak ada masalah.

4. Kereta Buatan Madiun yang Laris Manis Dipesan Bangladesh

Bangladesh, negara di Asia Selatan, kepincut produk kereta nasional produksi PT INKA (Persero). Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, telah menyampaikan keinginan Bangladesh membeli produk INKA saat bertemu Presiden Joko Widodo saat KTT IORA (Indian Ocean Rim Association), Maret 2017.

BUMN yang berbasis di Madiun ini mengikuti dua tender kereta di Bangladesh, yaitu 50 unit jenis BG atau Broad Gauge dan 200 unit jenis MG atau Meter Gauge.

“INKA mendapat kepercayaan untuk yang 50 BG dulu. Proses pembuataanya 2 tahun dan kami serahkan akhir 2018 atau awal 2019,” ujar Senior Manager Humas Protokoler dan PKBL PT INKA, M. Choliq kepada detikFinance, pekan lalu.

Bangladesh memesan kereta penumpang kelas ekonomi. Semua kereta ini dioperasikan Bangladesh Railways Company.

Post Terkait