Surplus Pasokan Menurun, Harga Minyak Mentah Catat Kenaikan Mingguan Tertinggi

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) berakhir flat pada Jumat waktu setempat. Meski demikian, secara minggguan harga minyak mengalami kenaikan setelah surplus pasokan minyak mentah global mulai menurun.

Laporan Badan Energi Internasional menyebut permintaan minyak global tumbuh sangat kuat dari tahun ke tahun di kuartal II2017 mencapai sebesar 2,4 %. Pertumbuhan permintaan dari negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) terus menjadi lebih kuat dari yang diperkirakan, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.

 Pasokan minyak global jatuh pada Agustus karena penutupan yang tidak direncanakan dan pemeliharaan terjadwal rig-rig pengeboran, terutama di negara-negara non-OPEC, yang merupakan penurunan pertama dalam empat bulan.

Sementara itu, dolar AS mempertahankan pelemahannya, sehingga membuat minyak lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lainnya. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,23% menjadi 91,913 pada akhir perdagangan.

Menurut data yang dikeluarkan oleh perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes di bidang data, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS turun tujuh rig menjadi total 756 rig minggu ini.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, tidak berubah menetap di USD49,89 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik USD0,15 menjadi USD55,62 per barel di London ICE Futures Exchange.

Post Terkait