Sudah Naik 13%, Nasabah Tajir di RI Kalah Jauh dari China

PT Bank OCBC NISP Tbk semakin tingkatkan layanan private banking untuk memenuhi kebutuhan nasabah high net worth individual atau nasabah tajir yang ada di Indonesia. Produk ini menyasar pebisnis dan profesional dengan jumlah investasi Rp10 miliar.

Private Banking Division Head Bank OCBC NISP, Peter Harsono menyatakan potensi high net worth individual di Indonesia mengalami peningkatan yang luar biasa sekitar 13%. Tapi pangsa pasarnya cuma 1% di Indonesia dan ini bisa ditingkatkan mengingat di China sudah mencapai 20%.

“Layanan private banking menjadi sebuah kebutuhan untuk mengelola dana high net worth individual di Indonesia agar memberikan hasil yang maksimal. Karena ternyata nasabah kita membutuhkan diversifikasi produk,” ujarnya.

Peter menyebutkan ada tiga kebutuhan utama nasabah private banking diantaranya adalah, inflation hedging, investasi yang lebih dari sekadar tidak free rate, dan legacy planning.

Untuk target nasabah, ia menyatakan pada tahun ini bisa mencapai 100 nasabah. Sedangkan untuk tahun 2018 ditargetkan bisa mencapai hingga 400 nasabah.

“Kami mulai dari Mei 2017 hingga September capaiannya sudah 90%. Tahun depan kami harapkan bisa tumbuh menjadi 300 nasabah-400 nasabah private,” jelas Peter.

Target tersebut dinyakini akan tercapai meningat OCBC NISP didukung dengan adanya bankers yang berpengalaman lebih dari rata-rata 15 tahun dengan technical skill and across asset class seperti obligasi, reksadana, valuta asing dan saham.

“Kami juga memiliki ragam produk dan solusi business to business sehingga menarik untuk nasabah private banking yang sebagian besar adalah pengusaha. Kami juga hadirkan layanan wealth management yang komprehensif bekerjasama dengan OCBC group yang lain. Selain itu kami memiliki koneksi global yang hadir di 18 negara,” tuturnya.

Post Terkait