Sriwijaya Air dan Samick Indonesia Tunda IPO

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada sekitar 7 perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di pasar modal tahun ini. Namun ada 2 emiten yang memutuskan untuk menunda rencananya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan dua saham yang menunda rencana IPO di antaranya PT Samick Indonesia dan PT Sriwijaya Air.

Resechedule, belum tahu juga (kapan). Tergantung yang punya perusahaan. Memang kalau yang punya sudah merasa waktunya ya mereka lepas,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Samsul meyakini keputusan dari kedua calon emiten tersebut tidak ada kaitannya dengan kabar kelesuan ekonomi yang beredar saat ini.

“Harusnya enggak ada. Karena perlambatana ekonomi secara fakta enggak ada. Itu kan isu, fakta report yang ada dari data makro ekonomi kita enggak menunjukkan itu,” imbuhnya.

Kendati begitu menurut Samsul sudah ada beberapa perusahaan baru yang menunjukkan minatnya untuk melakukan IPO tahun ini. Total di pipeline BEI masih ada 7 perusahaan yang akan IPO tahun ini.

“Sekarang sudah 21, kalau ditambah 7 yang baru berarti akan ada 28 emiten baru,” imbuhnya.

Dari calon emiten tersebut, di antaranya ada anak usaha BUMN yakni PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia. Anak usaha dari PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) itu akan melepas sekitar 30% dari saham yang disetor perusahaan.

Post Terkait