S&P 500 Anjlok 1,4%, Wall Street ‘Terbakar’

Indeks S&P 500 di Wall Street mencatat penurunan terbesar selama hampir tiga bulan karena investor beralih dari aset-aset berisiko. Saham teknologi terpukul paling dalam menyusul meningkatnya saling ancam antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

Para investor menjadi cemas soal Korea Utara. Rekor penutupan S&P pada 7 Agustus, juga kemungkinan membantu memicu aksi jual belakangan ini.

“Ketika para investor optimistis hingga ekstrem, itu berarti bahwa sebagian besar uang mereka sudah ada di pasar dan tidak ada lagi banyak uang masuk,” kata Kepala Strategi Investasi di Robert W. Baird & Co Bruce Bittles.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 204,69 poin atau 0,93% menjadi 21.844,01 poin, indeks S&P 500 kehilangan 35,81 poin atau 1,45% menjadi mengakhiri sesi di 2.438,21 poin, dan Komposit Nasdaq Composite jatuh 135,46 poin atau 2,13% menjadi ditutup pada 6.216,87 poin.

Terakhir kali indeks S&P ditutup turun lebih dari 1% pada 17 Mei, saat turun 1,8%. Sekarang berada di jalur untuk penurunan mingguan terbesarnya sejak pekan sebelum pemilu Presiden AS 8 November.

Sektor teknologi merupakan penyeret terbesar indeks S&P dengan penurunan 2,2%. Selama ini saham-saham teknologi telah mendorong S&P menguat sepanjang tahun ini, membuatnya sangat rentan terhadap penurunan.

“Karena ini adalah saham-saham yang telah menjadi sorotan paling banyak, mereka cenderung memiliki volatilitas paling tinggi ke atas dan ke bawah,” kata Kepala Investasi Aviance Capital Management Chris Bertelsen di Sarasota, Florida.

Para investor malah beralih ke aset-aset safe haven seperti emas, dan mendorongnya ke level tertinggi dua bulan, serta yen Jepang yang juga menguat. Saham Macy’s ditutup turun 10,2% dan saham Kohl’s turun hampir 6,0%, karena perusahaan-perusahaan itu terus melaporkan penurunan penjualan kuartalan mereka, memicu kekhawatiran bahwa perputaran mereka mungkin masih jauh.

Aksi jual meluas. Jumlah saham turun melebihi yang naik dengan enam berbanding satu di NYSE, dan 3,60 berbading satu di Nasdaq. Sekitar 7,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di atas rata-rata 6,25 miliar selama 20 hari terakhir.

Post Terkait