Solusi untuk Pemerintah Agar Ekonomi Tak Lesu

Pemerintah Indonesia memastikan perekonomian nasional hingga semester I-2017 berjalan dengan baik, dengan raihan di kuartal I sebesar 5,02%. Namun, perekonomian Indonesia yang diklaim dalam kondisi baik oleh pemerintah masih dikeluhkan oleh pengusaha, yaitu dari sektor ritel.

Guna melerai persoalan tersebut, Ekonom dari PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengungkapkan, langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah mengendalikan inflasi dan memastikan penyaluran belanja sosial. Menurut dia, dua hal tersebut menjadi kunci bagi seluruh indikator ekonomi lainnya ke depan.

“Dalam rangka menjaga daya beli masyarakat, pemerintah pun memastikan penyerapan dan realisasi anggaran desa dan belanja sosial melalui penyaluran bantuan sosial non tunai yang tepat sasaran sedemikian sehingga menjaga daya beli masyarakat,” kata Josua saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Selain itu, kata Josua, pemerintah juga perlu mendorong peningkatan tenaga kerja di sektor formal mengingat pendapatan riil yang menurun didorong oleh penambahan angkatan kerja di sektor informal lebih besar dibandingkan dengan sektor formal.

“Pembukaan lapangan kerja dapat didorong dengan menggalakkan program padat karya yang labor-intensive sehingga konsumsi rumah tangga dapat meningkat,” jelas dia.

Selain fokus pada hal-hal tersebut, kata Josua, pemerintah juga perlu mendorong belanja Program Keluarga Harapan (PKH) yang tepat sasaran. Sehingga, daya beli masyarakat dapat terjaga.

“Selain fokus pada kebijakan jangka menengah-panjang, menurut saya pemerintah perlu juga fokus dalam menjaga daya beli masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, PKH dibutuhkan hanya dalam jangka pendek dan sifatnya sementara yang diharapkan dapat memberikan stimulus positif pada daya beli masyarakat,” tukas dia

Post Terkait