Sepenting Apa Sih Ngecek Dana Pensiun?

Tidak terasa akhir tahun sudah semakin dekat, sebentar lagi kita akan menyongsong tahun 2018. Apakah tahun depan akan menjadi lebih baik dari tahun 2017 ini? Di awal tahun depan, sepertinya kita akan sering mendengar resolusi-resolusi awal tahun yang ditetapkan oleh banyak orang.

Resolusi atau boleh juga dikatakan target-target di tahun 2018 mendatang, mulai dari hal yang simple seperti menurunkan berat badan, pergi liburan ke Bali bersama teman-teman, memiliki kendaraan baru. Atau mungkin yang lebih serius seperti mulai mencicil rumah pribadi yang telah diidam-idamkan sejak lama, atau melangsungkan pernikahan dengan pasangan.

Apapun resolusi Anda, sebaiknya tentukan hal yang spesifik dan realistis untuk dicapai dalam setahun mendatang. Satu tahun adalah waktu yang sangat pendek untuk ukuran waktu sebuah tujuan. Usahakan jangan menentukan resolusi yang tidak realistis untuk dicapai dalam waktu satu tahun. Misalnya memiliki dana pensiun sebesar Rp 1 miliar, sementara penghasilan bulanan Anda hanya Rp 10 juta per bulan.

Apabila seluruh penghasilan Anda tanamkan dalam pensiun pun hanya Rp 120 juta. Tidak masuk akan bukan kalau targetnya Rp 1 miliar dalam setahun? Boleh saja resolusi Anda memiliki dana pensiun, tapi jumlahnya sesuaikan dengan kemampuan. Untuk lebih menantang dan membuat Anda bersemangat, naikkan sedikit targetnya dari kemampuan normal Anda.

Jika resolusi tidak tercapai di akhir tahun, boleh saja Anda jadikan sebagai resolusi lanjutan di tahun berikutnya, dengan catatan, tujuan tersebut memang sangat Anda inginkan. Seperti akhir tahun ini, pastinya Anda sudah tahu mana resolusi tahun 2017 yang tidak tercapai sesuai target. Untuk resolusi yang tidak mencapai targetnya harus dievaluasi mengapa tidak tercapai. Apakah karena faktor internal atau eksternal.

Seperti misalnya kepemilikan dana pensiun. Apabila Anda sudah menargetkan dana pensiun sebesar Rp 1 miliar 10 tahun lagi. Di tahun pertama ini Anda bisa targetkan memiliki saldo sebesar Rp 50 juta. Di tahun kedua targetkan menambah saldo dana pensiun sebesar Rp 60 juta dan seterusnya.

Sekarang lihatlah saldo di dana pensiun Anda, apakah sudah mencapai Rp 50 juta uangnya? Lebih atau kurang? Jika lebih, apakah karena Anda berinvestasi lebih dari Rp 50 juta ataukah karena hasil perkembangan investasi yang di atas target? Kemudian jika jumlahnya kurang, apakah karena investasi Anda kurang dari Rp 50 juta, ataukah karena terjadi penurunan nilai investasi dana pensiun?

Dengan mengetahui penyebab dari tidak tercapainya target, Anda bisa menentukan langkah selanjutnya di tahun berikut. Apabila jumlah dana pensiun lebih dari Rp 50 juta karena perkembangan investasi yang melebihi target, Anda bisa melakukan revisi yang logis atas rencana investasi Anda di tahun-tahun berikutnya. Misalnya Anda mengalokasikan sebagian dana investasi Anda ke tujuan lain yang juga Anda idamkan.

Anda boleh saja melakukan hal tersebut karena memiliki asumsi dengan dana yang lebih sedikit di dana pensiun ternyata saldo akhirnya tetap dapat memenuhi target disebabkan hasil perkembangannya melebihi ekspektasi. Sehingga selisih dana bisa dialokasikan ke tujuan keuangan lain. Tercapai atau tidaknya suatu target investasi, dalam hal ini terutama dana pensiun akan sangat tergantung dari perhitungan yang benar dan pemilihan produk yang benar.

Semua itu dapat anda pelajari sendiri. Kemana saja? Ada yang dilakukan baik oleh AAM & Associates maupun IARFC Indonesia. Info workshop Kaya Raya Dengan Reksadana January 2018 buka di sini. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info di sini. Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan ikutan workshop Basic Financial Planning info lihat di sini. Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini.

Selain itu, sebaliknya apabila kurang dari target, maka ada dua pilihan untuk resolusi tahun depan. Menambah dana investasi untuk menambah dana pensiun, atau memindahkan instrumen investasi dana pensiun. Mana yang lebih nyaman dan realistis untuk dilakukan. Menambah dana investasi untuk dana pensiun tentu memiliki konsekuensi di sisi lain, mungkin pengeluaran di pos lain perlu ada yang dipangkas sehingga tidak sebesar saat ini. Atau mengurangi dana investasi untuk tujuan keuangan lain, tentunya pengurangan tersebut akan berpengaruh pada target waktu eksekusi tujuan keuangan yang dikurangi jumlahnya.

Post Terkait