Sentimen Eropa dan Korut Tekan Dolar AS

Mata uang dolar AS kembali terkoreksi seiring dengan positifnya data ekonomi kawasan Eropa dan ketidakpastian situasi geopolitik di semenanjung Korea.

Pada perdagangan Rabu (11/10/2017) pukul 8.16 WIB, indeks dolar AS (DXY) turun 0,118 poin atau 0,13% menuju 93,172. Harga merosot 4 sesi beruntun.

Pelemahan dolar AS membuat sejumlah mata uang lain, termasuk rupiah mengalami penguatan. Pada pukul 8.27 WIB, rupiah naik 14 poin atau 0,10% menuju Rp13.498 per dolar AS. Mata uang Garuda naik 3 sesi beruntun.

Asia Trade Point Futures dalam publikasi risetnya hari ini menuliskan, dolar AS kembali terkoreksi seiring dengan positifnya data ekonomi kawasan Eropa. Di sisi lain absennya data ekonomi AS juga turut membebani laju greenback di tengah ketidakpastian situasi geopolitik yang berlangsung di semenanjung Korea.

Kemarin sore tercatat rilis data ekonomi Jerman tersaji positif karena mengalami surplus sebesar 21,6 miliar euro, di atas dari ekspektasi pelaku pasar di angka 20 miliar euro.

“Data ini berhasil memicu performa mata uang tunggal EUR terhadap USD. Selain itu ditundanya rencana kemerdekaan Katalan dari Spanyol, menambah sentimen positif terhadap nilai mata uang EUR,” papar riset.

Di tempat lain, mata uang pound sterling (GBP) juga berhasil memanfaatkan momentum melemahnya mata uang USD diiringi dengan positifnya data manufaktur dan industri Inggris. Tercatat total output produksi di sektor industri tumbuh sebesar 1,6% pada periode Agustus 2017, sedangkan sektor manufaktur tumbuh menjadi 2,8%.

Post Terkait