Sempat Cetak Rekor, IHSG Berakhir Stagnan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini berakhir stagnan. Namun, selama perdagangan sesi dua tadi, IHSG sempat mencetak rekor baru secara intraday di 5.912,116.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.358 sama dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Rabu lalu Rp 13.365.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 12,270 poin (0,21%) ke level 5.879,679. Sedangkan Indeks LQ45 melemah tipis 3,096 poin (0,32%) ke level 979,251.

Mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (18/8/2017), IHSG dibuka berkurang 13,539 poin (0,23%) ke level 5.878,410. Indeks LQ45 mundur 3,240 poin (0,33%) ke level 979,107.

Siang ini, IHSG bergerak ke zona hijau meskipun lajunya berada di rentang tipis. IHSG bertambah 0,388 poin (0,01%) ke 5.892,337. Indeks LQ45 naik 0,438 poin (0,04%) ke 982,785.

IHSG sempat lompat hingga cetak rekor, namun sentimen negatif membuat IHSG berakhir stagnan. IHSG bertambah 1,892 poin (003%) ke 5.893,841. Indeks LQ45 bertambah 0,043 poin (0,00%) ke 982,390.

IHSG mencetak rekor di posisi 5.912,116 sedangkan posisi terendah terjadi di 5.869,132. Perdagangan sore ini berlangsung moderat. Sore ini, telah terjadi 292.512 kali transaksi sebanyak 6,5 miliar lembar saham senilai Rp 6,6 triliun.

Laju IHSG diwarnai penguatan 5 sektor saham. Penguatan paling tinggi dialami sektor konsumsi sebesar 0,96%. Sebanyak 174 saham menguat, 160 saham melemah dan 121 saham stagnan.

Semalam Wall Street melemah. Indeks Dow Jones turun 274,14 poin ke level 21.750,73 setelah pembubaran dua dewan penasihat bisnis Presiden AS, Donald Trump.

Sebagian besar bursa Eropa ditutup melemah gara-gara serangan teroris di Barcelona. Bursa-bursa Asia kompak melemah sore ini.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.050 ke Rp 74.000, FKS Multi Agro (FISH) naik Rp 600 ke Rp 3.000, Sinar Mas Multiartha (SMMA) naik Rp 450 ke Rp 9.150 dan Siloam International (SILO) naik Rp 375 ke Rp 10.925.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 2.750 ke Rp 11.100, Chandara Asri (TPIA) turun Rp 1.275 ke Rp 23.300, United Tractors (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 29.475 dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 250 ke Rp 11.000.

Post Terkait