Selama 8 Tahun, Keluarga Robert & Philip Ng Masih Jadi Orang Terkaya di Singapura

Majalah Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di belahan negara. Kali ini, Forbes merilis taipan-taipan yang menempati posisi atas dalam daftar orang terkaya di Singapura.

Melansir Forbes, meskipun hanya mendapatkan angin sepoi-sepoi dan ekonomi lesu, yang tumbuh 2% pada 2016, total kekayaan bersih orang terkaya di Singapura mencapai USD104,6 miliar, naik 11% dari 2016, didukung oleh kenaikan indeks saham utama.

Hampir dua pertiga taipan yang ada dalam daftar ini mengalami kenaikan jumlah kekayaan. Padahal, syarat untuk menjadi orang terkaya di Singapura mengalami kenaikan menjadi USD540 juta dari USD455 juta tahun lalu.

Di posisi nomor wahid, masih ada keluarga Robert & Philip Ng, yang mempertahankan posisi nomor 1 mereka untuk tahun kedelapan berturut-turut, dengan kekayaan sebesar USD9,4 miliar. Di tempat kedua, cofounder Facebook Eduardo Saverin mulai mengekor. Saverin, yang sekarang mendukung startup, melompat ke posisi 2 dengan total kekayaan USD9,3 miliar.

Orang kaya lainnya yang mengalami kenaikan kekayaan adalah Goh Cheng Liang, yang memegang Nippon Paint Holdings Jepang. Dia mendapat dorongan dari penjualan yang kuat di Asia serta perluasan di AS dengan mengakuisisi Dunn-Edwards Paints. Perintis hotel Choo Chong Ngen ini pun mendapat manfaat dari segmen hotel midtier.

Selain itu, ada dua pendatang baru masuk dalam jajaran tersebut yakni Danny Yong, salah satu pendiri Dymon Asia Capital, dan Saurabh Mittal, salah satu pendiri kelompok real estat India dan layanan keuangan Indiabulls, yang pindah ke Singapura tiga tahun lalu setelah menjual sahamnya.

Sementara Ching Chiat Kwong, yang dikenal karena membangun apartemen shoebox, berhasil kembali ke deftar ini, setelah sempat terdepak. Dia berhasil comeback saat saham Oxley Holdings meningkat didukung oleh penjualan luar negeri yang cepat.

Meski demikian, seperlima dari mereka yang kembali ke daftar itu mengalami penurunan kekayaan, termasuk Loo Choon Yong dari Raffles Medical Group yang melakukan ekspansi di China dan membuat para analis khawatir. Lima konglomerat dalam kelompok ini memiliki kekayaan yang terkait dengan real estat, sektor yang belum mengalami kenaikan.

Sementara taipan yang mengalami penurunan kekayaan secara tajam dari daftar adalah John Chuang, pembuat cokelat Delfi. Kekayaan John turun seiring penurunan penjualan di Indonesia, pasar terbesarnya.

Post Terkait