Selain Rupiah, Peruri Ternyata Cetak Uang Negara Lain

Percetakan Uang Repeblik Indonesia atau Peruri adalah perusahaan umum yang ditugaskan untuk mencetak uang kartal dan uang giral yang digunakan saat proses transaksi. Selain mencetak uang, Peruri juga memiliki kewajiban untuk mencetak sertifikat tanah, bea dan cukai, materai, serta paspor yang sering digunakan saat bepergian ke luar negeri.

Meskipun Peruri menjadi perusahaan pencetak uang milik Indonesia, Peruri juga mencetak uang untuk negara lain. Inilah negara-negara yang dilayani Peruri dalam percetakan mata uang.

1. Cetak Ringgit untuk Malaysia

Sejak tahun 2010 silam, Peruri telah menjalin kerja sama dengan Malaysia untuk mencetak uang Ringgit. Tidak ada informasi yang jelas mengenai jumlah pencetakan ringgit yang dilayani Peruri untuk Negeri Jiran tersebut. Selain mencetak uang, Peruri juga membantu Malaysia dalam hal percetakan paspor.

2. Bangladesh

Deputi 2 Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam, Junino Jahja mengungkapkan kalau Peruri juga pernah menjalin kerja sama untuk mencetak mata uang Bangladesh. Kerja sama ini mulai terjalin tepatnya pada tahun 2011 silam.

3. Sri Lanka

Pamor Peruri dalam hal percetakan mata uang juga sampai di telinga pemerintah Sri Lanka. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya Peruri menjalin kerja sama dalam percetakan mata uang Rupee Sri Lanka pada tahun 2011. Jalinan kerja sama diungkapkan Junino Jahja beberapa tahun yang lalu.

4. Nepal

Bergerak ke arah Selatan Benua Asia ada negara Nepal yang juga dilayani Peruri. Nepal menjadi negara dengan permintaan percetakan mata uang terbanyak dibandingkan enam negara lainnya. Jumlah uang yang berhasil dicetak sebanyak 50 juta lembar.

Uang tersebut terdiri dari uang 1.000 rupee sebanyak 30 juta lembar dan uang 500 rupee sebanyak 20 juta lembar. Kerja sama antara Peruri dan Nepal sudah terjalin sejak 2007 silam. Namun, permintaan akan percetakan mata uang terbanyak dilakukan Nepal tahun 2017 silam. Selain mencetak mata uang Rupee Nepal, Peruri juga pernah dipercaya untuk mencetak bea cukai rokok.

5. Thailand

Negara pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara ini juga sempat dilayani Peruri dalam percetakan mata uang Baht. Tidak ada informasi mengenai waktu terjalinnya kerja sama ini. Meskipun begitu, Peruri tetap saja hebat karena sudah pernah menjalin kerja sama dengan Thailand.

6. Filipina

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Perum Peruri, Atje M. Darjan pernah mengungkapkan kalau Peruri telah menjalin kerja sama dengan Filipina dalam hal percetakan. Uniknya, jalinan kerja sama ini bukan untuk mencetak mata uang Peso Filipina, melainkan mencetak perangko edisi khusus negara Filipina yang diberi nama Philippine Fruits.

Dalam kerja sama ini, Perum Peruri tidak sendirian karena berkolaborasi dengan Philippines Postal Corporation. Jumlah perangko yang harus dicetak Peruri, yaitu sebanyak 32,8 juta perangko dan harus diselesaikan dengan kontrak kerja 90 hari setelah perjanjian kedua belah pihak resmi ditandatangani.

Kerja sama ini sudah terjalin sejak tahun 2015 silam. Apakah Peruri akan kembali menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Filipina tersebut? Mudah-mudahan saja agar pamor dari Peruri semakin meningkat.

7. Guinea

Pamor dari Peruri tidak hanya dikenal di Indonesia dan sebagian negara di Asia Tenggara. Namun, juga sampai ke negara di benua Afrika. Salah satu negara di kawasan Afrika, Guinea pernah menjalin kerja sama dengan Peruri dalam hal percetakan paspor. Kerja sama tersebut membuahkan hasil 100 ribu paspor untuk negara Guinea.

Peruri Semakin Dipercaya Negara Lain

Peruri sudah bekerja untuk Indonesia sejak 15 September 1971 yang lalu. Kalau dihitung-hitung, usia Peruri sudah menginjak hampir 47 tahun. Apa yang telah dicapai Peruri sampai saat ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Sesudah berhasil menjalin kerja sama dengan negara-negara di atas, apakah Peruri akan kembali menjalin kerjasama dengan negara-negara lain?

Mudah-mudahan eksistensi dari Peruri semakin meningkat. Begitu juga dengan luas area percetakan mata uang agar Peruri dapat memenuhi kebutuhan mata uang. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara lainnya di dunia.

Post Terkait