Selain Dolar AS, Mata Uang Negara Ini Menguat Terhadap Rupiah

Dolar Amerika Serikat (AS) beberapa hari terakhir mengalami penguatan terhadap sejumlah mata uang di negara lain. Hal ini disebabkan oleh data-data Amerika Serikat yang membaik dan spekulasi kenaikan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve.

Dari pantauan detikFinance di tempat penukaran uang PT Ayu Masagung Jakarta, sejumlah mata uang mengalami kenaikan.

Seperti Euro dijual seharga Rp 16.900 kemudian harga beli Rp 16.850. Kemudian Poundsterling harga jual tercatat Rp 19.095 dan hargabelj Rp 19.045.

Lalu dolar Singapura harga jualnya tercatat Rp 10.450 dengan harga beli Rp 10.400.

“Memang semuanya dominan naik, karena rupiahnya lagi melemah,” kata salah satu petugas, Windy saat ditemui di Money Changer Ayu Masagung, Jakarta, Sabtu (3/3/2018).

Menurut Windy kenaikan terjadi sejak Rabu (28/2/2018) namun penukar masih tampak sama seperti hari biasa sebelum ada kenaikkan.

“Kenaikan mulai kelihatan pada Rabu, tapi masyarakat yang tukar antreannya biasa saja. Sama seperti hari-hari biasa sebelum ada kenaikkan harga,” imbuh dia.

Windy menjelaskan, orang-orang tetap membeli dolar AS meskipun harganya tinggi. Menurut dia hal ini akibat kebutuhan masyarakat.

“Karena pasti butuh, jadinya harga tinggi ya mereka tetap beli,” ujar dia.

Post Terkait