Segmen Bijih Nikel Naik, Laba Antam Diproyeksi Capai Rp118,1 Miliar

Keberhasilan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang berhasil membukukan laba bersih di kuartal tiga 2017 sebesar Rp164,6 miliar dari rugi bersih sebesar Rp502,8 miliar di kuartal kedua, membuat keyakinan bagi para analis pasar modal bila akhir tahun nanti masih bakal mencetak laba.

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan, laba bersih Antam hingga akhir tahun diproyeksikan akan mencapai Rp 118,1 miliar, di mana angka ini sesuai dengan harapan. “Kami mengubah perkiraan laba bersih 2017 sebesar 8,1% menjadi Rp 118,1 miliar dengan asumsi volume yang lebih tinggi, meskipun hal ini sebagian diimbangi oleh asumsi beban bunga yang lebih tinggi,”ujarnya.

Kata Andy, pendorong pertumbuhan utama ANTM kuartal ketiga lalu adalah segmen bijih nikel yang mencapai Rp 802,7 miliar atau tumbuh 521,4% dibandingkan kuartal II. Volume bijih nikel melonjak lima kali lipat menjadi 1,7 juta TNI. Selanjutnya, segmen emas menghasilkan pendapatan sebesar Rp 2 triliun atau melonjak 217,6% dibanding kuartal II.

Segmen feronikel juga ikutan melonjak. Tercatat pendapatannya menjadi Rp 853,4 miliar atau tumbuh 63,4% dibandingkan kuartal II. Andy optimistis bahwa permintaan nikel global akan meningkat dalam jangka waktu panjang.

“Kami percaya permintaan nikel global akan meningkat lebih lanjut, mengingat rencana China untuk membatasi produksi/penjualan kendaraan bahan bakar fosil untuk meningkatkan electric vehicle (EV) dan mengurangi polusi. Untuk beralih dari kendaraan bahan bakar fosil ke EV, China akan membutuhkan sejumlah besar bahan baku untuk proses pembuatan EV,” kata Andy.

Andy mempertahankan target harga saham ANTM sebesar Rp730. Namun, menurunkan rekomendasi dari trading buy menjadi hold, karena target harganya sekarang menyiratkan potensi naik hanya 8,9%.

Post Terkait