Sebelum Mundur, Muliaman Pastikan Kredit Tumbuh hingga 12%

Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan ini, terdapat beberapa hal yang dibahas, seperti pertumbuhan kredit.

Menurut Muliaman, pertumbuhan kredit hingga saat ini masih sesuai dengan harapan pemerintah. Kondisi likuiditas perbankan pun masih dalam kondisi yang tidak bermasalah.

“Pertumbuhan Kredit masih on track sesuai dengan RBB (Rencana Bisnis Bank). Sampai dengan Mei memang masih dari 8,71% tapi Dana Pihak Ketiga masih lebih tinggi dari itu sehingga kondisi likuiditas perbankan dalam keadaan baik,” kata Muliaman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/7/2017).

Menurut Muliaman, permintaan kredit hingga saat ini menang belum terlalu membaik. Namun, Muliaman optimistis pertumbuhan kredit pada tahun ini bisa menyentuh angka double digit.

“Permintaan kredit memang belum terlalu kuat, tetapi kita memperkirakan sampai akhir tahun kredit bisa merangkak naik sehingga target pertumbuhan kredit 9% sampai 11% atau 12% itu bisa terlaksana. Kita akan awasi secara ketat agar implementasi dari RBB itu sejalan dengan rencananya,” ujarnya.

Pada pertemuan dengan Jokowi, Muliaman juga sempat melaporkan tentang kondisi pasar modal Indonesia. Muliaman melaporkan bahwa pasar modal saat ini telah dapat digunakan untuk menjadi alternatif dalam mendapatkan sumber pendanaan jangka panjang.

“Saya juga update mengenai kondisi pasar modal secara keseluruhan pasar modal sudah bisa menjadi alternatif kondisi pembiayaan, termasuk ketika kita memerlukan dana-dana jangka panjang. Surat utang, menerbitkan saham, listed,” kata Muliaman.

OJK pun hingga saat ini masih terus mendorong berbagai pihak untuk melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal. Diharapkan, akan semakin banyak perusahaan yang terdaftar di pasar modal sehingga arus modal dapat semakin deras masuk ke Indonesia.

“Saya juga laporkan tentu saja kita mendorong berbagai pihak untuk bisa masuk ke pasar modal untuk kalau memerlukan dana-dana jangka panjang sehingga nanti melengkapi pembiayaan yang ada di kredit bank,” tutupnya.

Post Terkait