Sampai Kapan Dolar AS Bertengger di Atas Rp 13.700?

Keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) masih berlanjut. Hari ini harga 1 dolar AS terhadap rupiah masih di level Rp 13.745.

Menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri melihat kondisi ini memang masih akan bertahan untuk jangka pendek dan menengah. Sentimennya pun masih sama, yakni teror The Fed yang mau menaikan suku bunganya lebih agresif.

“Isu terbesarnya masih dari sisi eksternal baik dari sisi The Fed yang akan lebih agresif menaikan suku bunga sebanyak 4 kali tahun ini dan kebijakan tarif perdagangan oleh Donald Trump,” tuturnya saat dihubungi detikFinance, Senin (19/3/2018).

Sentimen-sentimen tersebut membuat para investor mengambil langkah aman dengan melakukan aksi beli terhadap dolar AS. Oleh karenanya dolar AS masih berada di level tertingginya.

“Apalagi sentimen dari domestik rilis data-data masih minim dan tidak terlalu signifikan,” imbuhnya.

Menurut Reni nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah dalam jangka menengah memang masih akan berada di atas level Rp 13.700. Kondisi ini akan kian pulih sampai rapat dewan gubernur The Fed (FOMC Meeting) pada 22 Maret mendatang.

“Nanti juga ada kejelasan tarif AS. Kalau dilihat negara yang dirugikan basis China, tapi Indonesia diperkirakan juga kena secara tidak langsung,” kata Reni.

Jika hasil FOMC Meeting sudah keluar, Reni meyakini penguatan nilai tukar dolar AS askan berangsur surut. Bahkan dia yakin bisa kembali ke level Rp 13.600 per dolar AS.

“Harusnya tahun ini bisa balik lagi ke Rp 13.600. Ekspektasi kita hingga akhir tahun sebenarnya masih di kisaran Rp 13.500-Rp 13.600,” tuturnya.

Untuk kondisi seperti ini Reni merekomendasikan untuk mengambil langkah masuk ke dolar AS. Ketika The Fed sudah mengumumkan hasil rapatnya barulah ambil posisi jual untuk dolar AS.

Post Terkait