Saham Toshiba Terjun Bebas 6%, Ini Pemicunya

Saham Toshiba turun drastis pada perdagangan di Tokyo Stock Exchange pada awal pekan ini. Hal ini terjadi setelah perusahaan tersebut mengumumkan rencana mencari dana USD5 miliar dari investor luar negeri.

Saham perusahaan asal Jepang tersebut anjlok lebih dari 6%, sebelumnya sempat turun hingga 5,8%. Demikian dilansir CNN Money, Senin (20/11/2017).

Penurunan saham ini terjadi setelah perusahaan konglomerasi tersebut mengumumkan bahwa akan menjual saham baru seharga 600 miliar yen atau Rp71,36 triliun. Toshiba berencana mengeluarkan sekira 2,3 miliar saham baru seharga 262,8 yen atau sekira Rp31 juta per saham, lebih murah 10% dari harga 292 yen atau Rp34,7 juta.

Sampai bulan Maret mendatang perusahaan tersebut mencari lebih banyak utang dan melihat dampaknya ke neraca keuangan. Mencari injeksi dana besar adalah langkah bertahan hidup terbaru Toshiba, hal ini terkait dengan krisis keuangan yang melumpuhkan Toshiba.

Perusahaan yang sedang berjuang tersebut sepakat untuk menjual bisnis chip memori pada bulan September ke sebuah perusahaan ekuitas swasta Bain Capital. Perusahaan ini didukung secara finansial oleh Apple, Dell dan perusahaan AS dan Jepang lainnya.

Namun, dari pertimbangan peraturan dan tantangan perusahaan penyimpanan data AS, Western Digital dapat menunda penjualan melampaui batas akhir bulan Maret yang kritis.

Toshiba, saat ini tengah terhuyung-huyung menghindari kebangkrutan, setelah adanya skandal unit nuklir Westinghouse Co yang menelan biaya senilai USD6,4 miliar atau Rp85,3 triliun.

Post Terkait