Saham Penjual Pulsa Telkomsel Naik 164%, Ada Apa?

Hari ini saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) disuspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di pasar reguler dan pasar tunai. Hal itu lantaran telah menguat signifikan secara komulatif, dari awal Agustus sudah naik 164%

Penguatan saham MKNT dimulai pada perdagangan 31 Juli 2017. Saat itu saham MKNT menguat 12,61% ke Rp 500. Setelah itu dari awal Agustus 2017 hingga saat ini saham MKNT terus menguat, hanya pada perdagangan 9 Agustus 2017 saham MKNT sempat terkoreksi 3,23% ke level Rp 900.

Namun setelah itu saham MKNT kembali melanjutkan penguatan. Kenaikan tertinggi terjadi pada perdagangan 15 Agustus 2017 yang naik 16,59% ke Rp 1.195. Kini saham bertengger di level Rp 1.320. Itu artinya jika dilihat dari awal bulan di posisi Rp 500 saham MKNT telah meroket 164%.

Perseroan pun belum berencana menggelar paparan publik atas peningkatan harga saham tersebut. Sebab menurut Direktur MKNT, Roby Tan, penguatan saham MKNT murni disebabkan kinclongnya kinerja perusahaan di semester I-2017.

“Sebenarnya kita tidak punya aksi korporasi terbaru, ini murni market melihat kinerja keuangan kami yang positif,” tuturnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (18/8/2017).

Pada semester I-2017 perseroan berhasil mengantongi penjualan Rp 2,85 triliun. Angka itu naik 452% dibandingkan penjualan di semester I-2016 sebesar Rp 516,7 miliar. Laba bersih perseroan juga meroket 352,37% dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 4,5 miliar menjadi Rp 19,36 miliar.

Peningkatan kinerja yang siginifikan itu juga disebabkan akuisisi 3 perusahaan penjual pulsa Telkomsel, yakni PT Kasih Anugrah Kreasi, PT Catalis Integra Prima Sukses, dan PT Arifindo Mandiri. Oleh karena itu penjualan perseoan meningkat drastis dari sisi penjualan pulsa Telkomsel.

“Penjualan pulsa Telkomsel itu kurang lebih menyumbang 90-95% pendapatan, sisanya masih ada device (gadget) tapi tidak besar,” tambah Roby.

Selain itu pada semester I-2017, perseroan juga telah melakukan akuisisi 4,95% saham Kioson, sebuah perusahaan e-commerce O2O. Menurut Roby, bisnis Kioson sangat bisa dipadukan dengan bisnis inti MKNT yang menjual pulsa Telkomsel melalui kios-kios kecil.

“Jadi Kioson bisa melayani toko kelontong penjual pulsa melalui online. Saat ini di Kioson sudah ada 18 ribu outlet,” terang Roby.

Sepanjang semester I-2017, MKNT telah menghabiskan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 70-80 miliar. Dana tesebut sebagian besar untuk akuisisi 3 perusahaan dealer pulsa Telkomsel dan Kioson. Sementara untuk semester II-2017, Roby mengaku pihaknya belum ada rencana untuk melakukan aksi korporasi lainnya.

 

Post Terkait