Saham Emiten Infrastruktur yang Layak Dikoleksi

Beberapa saham big cap kembali diburu pelaku pasar dalam pedagangan Selasa (5/9).

Di antaranya, Bank Central Asia Tbk (BBCA), HM Sampoerna (HMSP), dan Bank Mandiri (BMRI).

Bahkan, saham Unilever Indonesia (UNVR) yang sebelumnya menguat di tengah tren penurunan IHSG kembali melanjutkan kenaikannya.

Kenaikan UNVR membantu menghijaunya indeks harga saham gabungan (IHSG).

”Menguatnya saham-saham big cap juga mampu mengimbangi pelemahan pada saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang saat ini masih memegang posisi puncak kapitalisasi pasar terbesar,” kata Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada kemarin (5/9).

Meski demikian, investor asing masih mencatat net sell pada saham-saham big cap. Sedangkan investor domestik mayoritas mencatat net buy.

Masuknya investor domestik ke pasar, tampaknya, seiring dengan menguatnya IHSG yang ditutup naik 16,24 poin atau 0,28 persen ke level 5.829,98.

Plt Head of Research Bahana Sekuritas Henry Wibowo menyarankan investor berfokus pada saham-saham yang terkait dengan proyek infrastruktur.

Alasannya, pada semester kedua tahun ini hingga paruh pertama tahun depan, pemerintah menggenjot sejumlah proyek infrastruktur.

Saham terkait infrastruktur yang direkomendasikan Hendry adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan target harga Rp 6.600 serta PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan target harga Rp 11.600 per unit saham.

Saham bank BUMN yang memberikan pembiayaan besar terhadap proyek infrastruktur pemerintah seperti Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia juga menarik dikoleksi.

Henry memasang target masing-masing pada harga Rp 16.250 dan Rp 17.000.

Post Terkait