SAH! Naik Rp200.000, UMP Sumatra Utara Tahun 2018 Capai Rp2,1 Juta

Gubernur Sumatra Utara (Sumut) telah menetapkan besaran upah minimum provinsi (UMP) Sumatra Utara untuk tahun 2018. UMP Sumut 2018 ditetapkan sebesar Rp2.132.118.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara, Fransisco Bangun mengatakan, keputusan penetapan upah itu termaktub dalam surat keputusan (SK) Gubernur No.188.44575/Keputusan/2017 tentang penetapan UMP Sumut 2018.

SK tersebut dibuat berdasarkan hasil rekomendasi dari Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Provinsi Sumatera Utara, yang telah melakukan rapat pembahasan sebelumnya. Depeda merupakan lembaga yang dibentuk dari unsur pengusaha, buruh dan juga dari unsur pemerintah, untuk membahas khusus terkait pengupahan di daerah.

“UMP 2018 ini naik dari UMP 2017 yang hanya Rp1,9 juta. Kenaikan ini didasarkan pada besaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2017 ini. Inflasi kita 3,72% dan PDB 4,99%,” jelasnya, Rabu (1/11/2017).

Fransisco menjelaskan, sesuai aturan pemberlakuan UMP 2018 tersebut merupakan upah terendah yang harus dibayarkan oleh pengusaha terhadap pekerjanya. Peningkatan upah yang lebih besar disesuaikan dengan jabatan dan pendidikan masing-masing pekerja yang bekerja.

“Artinya ini adalah upah terendah yang perhitungannya bagi pekerja lajang mulai dari masa kerja 0 sampai 1 tahun. Sedangkan jika sudah berkeluarga dan juga masa kerjanya diatas itu, maka akan ada perhitungan tambahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Pemprovsu Ilyas Sitorus mengatakan besaran UMP Sumut 2018 tersebut sudah disahkan oleh gubernur dengan terbitnya SK Gubernur Sumut no 188.44575/Keputusan/2017 tentang penetapan UMP Sumut 2018. Dengan demikian seluruh pengusaha diminta untuk menaati aturan tersebut.

“Ini sudah mulai berlaku pada 1 Januari 2018 mendatang,” pungkasnya.

Post Terkait