Rupiah Terus Tertekan Penguatan Dolar AS

Penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) terus menekan Rupiah. Depresiasi Rupiah terjadi sejak dua hari lalu, setelah sebelumnya Rupiah memanfaatkan peluang pelemahan Dolar AS terhadap Euro.

Melansir Bloomberg Dollar Index, pada Rabu (10/1/2018), Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 11 poin atau 0,08% menjadi Rp13.448 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di kisaran Rp13.436-Rp13.457 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah tertekan cukup dalam 10 poin atau 0,07% menjadi Rp13.445 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.433 per USD hingga Rp13.453 per USD.

Di sisi lain, kurs Dolar AS terus menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan pernyataan dari beberapa pejabat Federal Reserve.

Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,20 persen menjadi 92,542 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, Euro turun menjadi 1,1932 Dolar AS dari 1,1965 Dolar AS pada sesi sebelumnya, dan Pound Inggris turun menjadi 1,3533 Dolar AS dari 1,3565 Dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7824 Dolar AS dari 0,7841 Dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,61 Yen Jepang, lebih rendah dari 113,08 Yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat menjadi 0,9832 Franc Swiss dari 0,9775 Franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,2459 Dolar Kanada dari 1,2423 Dolar Kanada.

Post Terkait