Rupiah Terus Melemah, Mungkinkah Dolar Sampai Rp 13.600?

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian melemah. Dolar AS kini bertengger di atas Rp 13.500.

Memang ini merupakan kondisi yang mengkhawatirkan bagi perekonomian nasional. Namun menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri rupiah masih berpotensi untuk kembali menguat.

“Kalau saya view-nya rupiah masih ada potensi menguat, tentunya sudah bisa ambil profit. Memang kalau asing bilang katanya bisa sampai Rp 14.000. Tapi kami Bank Mandiri melihat belum segitu,” tuturnya saat dihubungi detikFinance,Senin (2/10/2017).

Bank Mandiri sendiri masih menetapkan proyeksi nilai tukar Rupiah hingga akhir tahun di level Rp 13.400 per dolar AS. Sementara untuk jangka pendek diprediksi rupiah berada dalam rentang Rp 13.410 sampai dengan Rp 13.585.

Statement BI juga bilang Rp 13.420 akhir tahun, sedikit mirip,” tambahnya.

Menurut Reny, pelemahan rupiah lebih karena dolar AS yang menguat. Sebab mata uang regional lainnya juga terlihat melemah.

Namun seharusnya pelemahan Rupiah tidak begitu dalam. Sebab ada sentimen positif dari dalam negeri terkait pengumuman data inflasi pada September 2017 yang cukup terkendali sebesar 0,13%.

Reny juga melihat bahwa saat ini juga belum ada sentimen positif dari global. Seperti rencana The Fed yang akan kembali menaikan suku bunga acuannya. Sehingga jika dilihat kondisi rupiah saat ini sulit ditebak.

“Sentimen eksternal masih sama, yakni Oktober mau cut balance sheet dari sisi The Fed, kemudian ada reformasi perpajakan dari Dolan Trump. Jadi enggak ada yang baru. Cuma memang euforia pasar susah ditebak untuk saat ini, Jadi volatilitasnya tinggi. Ada juga presure di euro akibat referndum catalons Spanyol. Jadi investor borong dolar AS,” tambahnya.

Nah, bagi para investor yang menyimpan dolar AS, Reny menyarankan agar untuk ambil untung saat ini. Sebab masih ada kemungkinan bagi Rupiah untuk menguat.

Post Terkait