Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp13.800/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) makin terpuruk di tengah penguatan Dolar AS jelang rapat Federal Open Market Commitee The Fed.

Melansir Bloomberg Dollar Index pada Senin (19/3/2018) pagi, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 19 poin atau 0,14% menjadi Rp13.770 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di kisaran Rp13.761-Rp13.777 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah melemah 15 poin atau 0,11% menjadi Rp13.758 per USD. Dalam catatan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.743 per USD hingga Rp13.765.

Mengutip riset tertulis Samuel Sekuritas, Dolar AS diperkirakan menguat hari ini jelang rapat Federal Open Market Commitee The Fed besok yang diperkirakan akan menaikan tingkat suku bunga acuan Fed Fund Rate sebesar 25 bps.

Data industrial production indeks AS yang kuat di Februari naik 1,1% (mom) dibandingkan Januari sebesar minus 0,3%(mom) juga diperkirakan dapat membantu kinerja Dollar dibandingakn mata uang utama dunia lainya.

Rupiah kemungkinan bergerak melemah terhadap dollar seiring sentimen positif terhadap Dolar AS tersebut. Rupiah kemungkinan bergerak di rentang Rp13.730 per USD-Rp13.780 per USD.

Sementara itu, kurs dolar AS diperdagangkan lebih kuat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Jumat pekan lalu, karena para investor memilah-milah sejumlah data ekonomi dari negara tersebut.

Laporan Federal Reserve menyebutkan, setelah turun 0,3% pada Januari, produksi industri AS naik 1,1% pada Februari, jauh di atas perkiraan pasar untuk kenaikan 0,4%.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan jumlah lowongan pekerjaan meningkat menjadi 6,3 juta pada hari kerja terakhir Januari, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 5,8 juta.

Angka awal sentimen konsumen AS pada Maret meningkat menjadi 102, lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 98,8, menurut sebuah survei yang dikeluarkan oleh University of Michigan.

Sementara itu, housing starts (jumlah rumah baru yang dibangun) yang dimiliki secara pribadi di AS pada Februari berada pada tingkat tahunan disesuaikan secara musiman 1.236.000 unit, gagal memenuhi konsensus pasar, seperti yang diumumkan Departemen Perdagangan.

Post Terkait