Rupiah Menguat Tipis ke Rp13.610/USD, Ambil Untung Pelemahan Dolar AS

Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) langsung dimanfaatkan oleh Rupiah pagi ini. Meski begitu, Rupiah masih tertahan pada level Rp13.600 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 18 poin atau 0,13% menjadi Rp13.610 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp13.600-Rp13.612 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 16 poin atau 0,12% menjadi Rp13.607 per USD. Dalam catatan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.593 per USD hingga Rp13.648 per USD.

Dolar AS turun 0,2% menjadi 108,62 yen, namun tetap berada di atas batas 108,05 yen, level terendah dolar AS sejak 11 September. Dolar turun hampir 1,3% terhadap yen pekan lalu. Terhadap sekeranjang enam mata uang utama, dolar melemah 0,2% menjadi 90,2591 setelah menguat 1,4% pekan lalu.

Pekan lalu, dolar mencatat minggu terkuatnya terhadap beberapa mata uang utama dalam hampir 15 bulan, karena beberapa pedagang menutup taruhan bearish dolar, sementara yang lain melihat dolar masih menjadi aset safe haven. Spekulan pun nampaknya mengurangi posisi short net mereka di dolar AS untuk pertama kalinya dalam enam minggu.

Yen cenderung menarik pada saat pasar tertekanan, karena mata uang tersebut didukung oleh surplus neraca dagang Jepang saat ini, yang menawarkan ketahanan lebih dibandingkan dengan negara-negara lain yang masih defisit.

Laporan akhir pekan lalu bahwa pemerintah Jepang telah memutuskan untuk menunjuk Haruhiko Kuroda untuk masa jabatan kedua yang langka sebagai Gubernur Bank of Japan, karena masa jabatannya akan berakhir pada April, menandakan kebijakan moneter ultra-longgar BOJ akan tetap ada.

Perdana Menteri Shinzo Abe akan memasukkan nama Kuroda ke parlemen pada akhir bulan ini. Yen pun diperkirakan akan mengambil keuntungan dari melemahnya pasar di AS dan ekuitas global, mungkin diperlukan beberapa minggu bagi pasar untuk mendapatkan ketenangan.

Post Terkait